Gagal Repatriasi karena Investasi Tak Menjanjikan, Ini Kata BKPM

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Thomas Lembong menampik alasan kemungkinan gagal repatriasi dana program pengampunan pajak atau tax amnesty yang mencapai Rp 29 triliun salah satunya disebabkan oleh keraguan Wajib Pajak (WP) terhadap prospek investasi di Indonesia.

    "Saya masih lebih optimistis mungkin bukan menolak masuk tapi karena belum siap," ujar Lembong, di kantornya, Kamis, 30 Maret 2017.

    Dia berujar pihaknya terus berupaya untuk menyampaikan dan menjelaskan peluang investasi yang menarik serta menguntungkan kepada investor. "Semua ada timing, sebagai investor tidak boleh tergesa-gesa, harus hati-hati dalam merencanakan dan menghitung dengan teliti."

    Baca: Hasil Tax Amnesty Sulit Capai Target, Ini Kata Ditjen Pajak

    Lembong menuturkan BKPM juga berusaha memastikan iklim investasi Indonesia aman dan nyaman bagi investor, di antaranya dengan menjaga stabilitas regulasi. "Itu tugas kami untuk menarik para pemilik harta di luar negeri yang juga merupakan partisipan amnesti pajak," ucapnya.

    Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas Direktorat Jenderal Pajak, Hestu Yoga Saksama berujar dari total deklarasi harta luar negeri yang mencapai Rp 1.030 triliun sebanyak 75 persen berbentuk likuid seperti cash dan saham.

    "Tentunya pasca amnesti pajak jadi PR kita semua terutama BKPM agar harta itu bisa kembali walaupun skemanya sudah bukan amnesti pajak," katanya.

    Baca: Beri Contoh Kepatuhan, Lembong Sampaikan SPT Tahunan

    Yoga menjelaskan proses penarikan dana investasi masuk ke dalam negeri pasca tax amnesty akam lebih mudah karena sudah terbebas dari permasalahan pajak. "Kan sudah dideklarasikan melalui tax amnesty, harta bisa kembali dengan rasa nyaman, WP nggak punya kekhawatiran lagi." Namun dengan catatan kondisi perekonomian dan iklim investasi Indonesia terus berkembang semakin baik.

    Hingga hari ini, total harta berdasarkan surat pernyataan harta (SPH) yang disampaikan mencapai Rp 4.704 triliun. SPH itu terdiri atas deklarasi dalam negeri Rp 3.528 triliun, deklarasi luar negeri Rp 1.030 triliun, dan repatriasi Rp 146 triliun.

    GHOIDA RAHMAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Drone Pemantau Kerumunan dari Udara selama Wabah Covid-19

    Tim mahasiswa Universitas Indonesia merancang wahana nirawak untuk mengawasi dan mencegah kerumunan orang selama pandemi Covid-19.