Kartin1 Akan Dikembangkan menjadi Single identity Card?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dirjen Pajak Ken dwijugiasteadi memimpin konferensi pers perkembangan tax amnesty di kantor DJP Pusat, Jakarta, 13 Februari 2017. Tempo/Ghoida Rahmah

    Dirjen Pajak Ken dwijugiasteadi memimpin konferensi pers perkembangan tax amnesty di kantor DJP Pusat, Jakarta, 13 Februari 2017. Tempo/Ghoida Rahmah

    TEMPO.CO, Jakarta -Direktorat Jenderal Pajak (DJP) akan meluncurkan Kartu Indonesia Satu, atau yang disebut Kartin1. "Besok Jumat, 31 Maret diluncurkan," ujar Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas Direktorat Jenderal Pajak, Hestu Yoga Saksama, di kantor Badan Koordinasi Penanaman Modal, Kamis, 30 Maret 2017.

    Dalam peluncuran besok akan diperkenalkan platform beserta prototipe Kartin1 yang merupakan satu kartu yang dapat dimanfaatkan dan terintegrasi dengan beragam layanan publik dan keuangan. Layanan tersebut antara lain mencakup Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), debit dan ATM, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, uang elektronik atau e-Money, e-Toll, hingga Surat Izin Mengemudi (SIM).

    Baca Pula: Ditunjuk Jadi Penerbit Kartin1, Mandiri Ajukan Izin ke BI

    Kartin1 ke depannya akan dikembangkan menjadi kartu identitas baru bagi masyarakat Indonesia yang juga menghubungkan fungsi  e-KTP, SIM, NPWP, kartu kepesertaan BPJS Kesehatan, Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), paspor, kartu debet dan e-Money.

    "Jadi kalian punya kartu itu, bisa e-Money, e-Toll, ada NPWP, yang izin banknya sendiri ke BI," ujar Direktur Jenderal Pajak, Ken Dwijugiasteadi. "Kartu ini diharapkan menghimpun identitas WP, jadi memudahkan pemerintah merekam aktivitas ekonomi WP."

    Sebagai percobaan awal DJP menggandeng Bank Mandiri untuk menggabungkan fasilitas e-Money. Kedepan, bank-bank lain dimungkinkan untuk memasukkan programnya dan diintegrasikan dengan Kartin1, setelah mendapatkan izin dari Bank Indonesia (BI).

    Simak: Hasil Tax Amnesty Sulit Capai Target, Ini Kata Ditjen Pajak

    Direktur Utama Bank Mandiri Kartiko Wiroatmodjo mengatakan Bank Mandiri akan  mengajukan izin penerbitan ke BI terkait rencana peluncuran Kartin1. Kedua pihak saat ini masih dalam tahap diskusi.

    Menurut Kartiko,  BI masih menajamkan fungsi Kartin1. "Perlu clear fungsi Kartin1 dari sisi pembayaran, apa saja yang bisa digunakan kartu ini," katanya dia di Plaza Mandiri, Jakarta, Kamis, 30 Maret 2017. Menurut Kartiko, BI baru akan menyetujui penerbitan kartu Kartin1 bila fungsinya sudah jelas.

    GHOIDA RAHMAH|VINDRI FLORENTIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemendikbud, yang Diperhatikan Saat Murid Belajar dari Rumah

    Solusi menghambat wabah Covid-19 diantaranya adalah belajar dari rumah dengan cara menghentikan sekolah biasa dan menggantinya dengan sekolah online.