Tujuh Sektor Perdagangan Ini Pengaruhi Pelemahan IHSG  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan di akhir 2016, ditutup menguat 15,32 persen dibandingkan Januari 2016 di level 5.297. Tempo/Destrianita

    Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan di akhir 2016, ditutup menguat 15,32 persen dibandingkan Januari 2016 di level 5.297. Tempo/Destrianita

    TEMPO.CO, Jakarta – Sektor aneka industri melemah dan menjadi penekan utama terhadap penguatan indeks harga saham gabungan (IHSG) pada awal perdagangan hari ini, Kamis, 30 Maret 2017.

    IHSG hari ini dibuka dengan pelemahan 0,20 persen atau 11,39 poin di level 5.581,12 dan terus melemah 0,18 persen atau 9,97 poin ke level 5.582,54 pada pukul 09.12. IHSG masih melemah 0,28 persen atau 15,91 poin ke level 5.576,59 pada pukul 09.29.

    Sepanjang awal perdagangan Kamis, IHSG bergerak di kisaran 5.574,93–5.586,62. Sebanyak 121 saham bergerak menguat, 89 saham bergerak melemah, dan 330 saham stagnan dari 540 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pagi ini.

    Tujuh dari sembilan indeks sektoral IHSG bergerak di zona merah dengan tekanan utama dari sektor aneka industri yang merosot 1,82 persen, disusul oleh sektor konsumer yang melemah 0,45 persen.

    Pelemahan sektor aneka industri ini didorong oleh saham ASII yang melemah 2,01 persen serta saham AUTO yang merosot 6,90 persen. Sektor industri melemah 1,82 persen, konsumer 0,45 persen, finansial 0,40 persen, industri dasar 0,26 persen, pertanian 0,12 persen, infrastruktur 0,10 persen, dan perdagangan 0,05 persen. Sedangkan sektor tambang menguat 0,51 persen dan properti 1,16 persen.

    BISNIS



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.