Bright Gas Telah Merambah 204 Kabupaten

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktivitas pengisian tabung Bright Gas di depot Plumpang, Jakarta, 3 November 2015. Bright Gas memiliki fitur katup ganda yang mencegah kebocoran pada kepala tabung. TEMPO/Tony Hartawan

    Aktivitas pengisian tabung Bright Gas di depot Plumpang, Jakarta, 3 November 2015. Bright Gas memiliki fitur katup ganda yang mencegah kebocoran pada kepala tabung. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Pasar Bright Gas ukuran 12 kilogram kini telah merambah 204 kabupaten/kota di 28 provinsi.

    VP Corporate Communication Pertamina Adiatma Sardjito mengatakan konsumen merespons positif distribusi liquefied petroleum gas (LPG) nonsubsidi melalui Bright Gas. Saat ini, agar subsidi LPG tepat sasaran, perseroan menyediakan Bright Gas ukuran 12 Kg yang terdapat di 204 Kabupaten/Kota dan ukuran 5,5 Kg terdapat di 161 Kabupaten/Kota.

    Berdasarkan data, realisasi konsumsi LPG subsidi pada 2015 sebesar 5,56 juta ton dan LPG nonsubsidi sebesar 816.000 ton. Sementara, pada 2016, LPG subsidi terealisasi sebesar 6 juta ton sesuai kuota yang ditetapkan, sedangkan nonsubsidi sebesar 788.900 ton.

    “Saat ini, market share Bright Gas sudah mencapai 15 persen dari total penjualan produk LPG nonsubsidi atau lebih tinggi 5 basis poin dari realisasi tahun lalu sekitar 10 persen," ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima Bisnis, Rabu, 29 Maret 2017.

    Pihaknya akan menambah daerah cakupan Bright Gas untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Caranya, dengan menambah jumlah agen yang menyalurkan ketiga varian produk yang diharapkan bisa menggeser konsumsi LPG subsidi.

    "Kalau sekarang kami distribusikan secara masif tentu akan lebih banyak diserap konsumen," katanya.
    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.