Lebaran, Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta Beroperasi Penuh  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja melakukan pengecekan lampu pada terminal baru yang bertema

    Pekerja melakukan pengecekan lampu pada terminal baru yang bertema "Modern with Traditional Nuances Airport" di Bandara Husein Sastranegara, Bandung, 4 April 2016. Terminal ini memiliki daya tampung tiga juta orang per tahun. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    TEMPO.COJakarta - Direktur Operasi dan Teknik PT Angkasa Pura II Djoko Murdjatmojo mengatakan, pada Lebaran tahun ini, Terminal 3 akan beroperasi sepenuhnya. Saat ini, upaya persiapan pengoperasian untuk penerbangan internasional Garuda Indonesia dan semua maskapai penerbangan internasional, yang tergabung dalam Skyteam, terus dilakukan. “Persiapan sudah lebih dari 90 persen," kata Djoko. 

    Baca: Awal Mei, Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta Dioperasikan 

    Sesuai dengan tahapan, kata dia, pengoperasian Terminal 3 Ultimate saat ini tinggal menunggu verifikasi dari Direktorat Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan. Menurut Djoko, tahapan yang akan berjalan adalah serah terima dari kontraktor ke AP II, evaluasi, verifikasi dari regulator, dan izin operasi. "Garuda beroperasi," ucap Djoko. Penerbangan internasional Garuda Indonesia meliputi negara ASEAN, Asia, Eropa, dan Timur Tengah.

    Dengan pindahnya penerbangan internasional Garuda Indonesia dari Terminal 2E ke Terminal 3, menurut Djoko, posisi Garuda Indonesia di Terminal 2E akan diisi Citilink dan Batik Air untuk penerbangan domestik. Nantinya Terminal 3 akan digunakan untuk pendaratan pesawat berbadan besar atau wide body, seperti Boeing 777 dan Airbus 330.

    Kementerian Perhubungan memperkirakan layanan perdana penerbangan internasional di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng akan dimulai paling cepat Mei 2017. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan perkiraan itu setelah tim Kementerian Perhubungan meninjau kesiapan Terminal 3 Internasional Soekarno-Hatta pada Selasa, 28 Maret 2017. Dalam peninjauan itu turut hadir Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Agus Santoso dan Direktur Utama Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia/AirNav Indonesia Novie Riyanto, dan Direktur Operasi dan Teknik PT Angkasa Pura (AP) II Djoko Murdjatmojo. 

    Baca: Listrik di Terminal 3 Soekarno-Hatta Padam 

    Budi menegaskan, Ditjen Perhubungan Udara mengevaluasi kesiapan Terminal 3 terlebih dahulu sebelum memberikan rekomendasi layak atau tidak layak untuk menangani penerbangan internasional. 

    “Evaluasi akan dilakukan mulai hari ini hingga diumumkannya rekomendasi pada 15 April 2017. Evaluasi yang dilakukan ini merupakan kewajiban yang harus diterapkan sesuai dengan peraturan perundang-undangan,” kata Budi.

    Salah satu aspek yang bakal dievaluasi adalah kelancaran dan kesesuaian lalu lintas penumpang dari check-in sampai masuk menuju pesawat. Selain itu, Kementerian Perhubungan juga akan meninjau keandalan alur barang dari terminal ke pesawat atau sebaliknya. “Kalau dari infrastruktur bangunannya sudah hampir mencapai 90 persen. Jadi ini tinggal sedikit lagi,” tuturnya.

    Bila regulator merekomendasikan layak pada 15 April, Budi menyatakan, maskapai Garuda Indonesia akan melakukan persiapan untuk mulai mengalihkan operasi penerbangan internasional dari Terminal 2 menuju Terminal 3.

    Menurut Budi, Garuda membutuhkan waktu persiapan selama dua pekan, atau hingga akhir April 2017. Dengan semua persiapan itu, kata Budi, layanan penerbangan internasional perdana di Terminal 3 diperkirakan dimulai pada 1 Mei 2017.

    Agus Santoso menuturkan, pihaknya senantiasa melakukan pendampingan kepada manajemen AP II terkait dengan persiapan operasi Terminal 3 guna melayani penerbangan internasional. “Banyak aspek yang dipersiapkan, mulai ground handling, CIQ, dan parking stand,” ujarnya.

    JONIANSYAH HARDJONO | BISNIS

    Video Terkait:





     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Permohonan Pengembalian Biaya Perjalanan Ibadah Haji 2020

    Pemerintah membatalkan perjalanan jamaah haji 2020. Ada mekanisme untuk mengajukan pengembalian setoran pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji.