Produk Tasbih Sampit Pasok Pasar Arab Saudi dan Cina

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Butiran manik-manik yang akan diproses menjadi tasbih di sentra industri rumahan kerajinan tasbih, Malang, Jatim, 7 Oktober 2014. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    Butiran manik-manik yang akan diproses menjadi tasbih di sentra industri rumahan kerajinan tasbih, Malang, Jatim, 7 Oktober 2014. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    TEMPO.CO, Sampit - Kerajinan tasbih berbahan kayu gaharu di Desa Telaga Baru Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, menembus pasang luar negeri. "Ada pembeli tetap dari Jakarta yang kemudian mengirimnya ke Saudi Arabia dan Cina. Setiap bulan satu sampai dua kali pengiriman," kata Rofi, perajin tasbih gaharu di Sampit, Selasa, 28 Maret 2017.

    Sejak tujuh tahun lalu, Rofi mulai menekuni pembuatan tasbih gaharu. Awalnya dia membuatkan pesanan untuk kenalannya, ternyata banyak yang tertarik, bahkan kini menjadi pembeli tetapnya yang memasarkan hingga ke luar negeri.

    Tasbih gaharu sama seperti tasbih pada umumnya. Hanya, ciri khasnya adalah warna hitam mengkilap dan bau gaharu yang sangat harum. Saat digunakan dan tergesek jari, bau wangi gaharu makin tercium.

    Saat ini tasbih gaharu buatan Rofi dibuat dua versi. Ada butiran tasbih berjumlah 99 butir yang dipasarkan ke Arab Saudi. Ada tasbih berjumlah 108 butir berukuran lebih besar yang dipasarkan ke Cina yang biasanya digunakan umat Budha.

    Tasbih gaharu 99 butir dijual Rp150 ribu per tasbih, sedangkan tasbih 108 butir dihargai lebih dari dua kali lipat, tergantung kualitas kayu gaharu.

    Harganya memang lebih mahal dibanding tasbih biasa karena tasbih ini berbahan dasar kayu gaharu yang saat ini makin sulit didapat. Bahkan sampai di luar negeri, kabarnya harga tasbih gaharu bisa mencapai jutaan rupiah.

    Biasanya Rofi membuat tasbih gaharu sesuai pesanan. Kini dia dibantu beberapa orang karyawan karena terkadang ada permintaan mendadak dalam jumlah cukup banyak. Untuk bahan dasar berupa kayu gaharu, dia biasanya membeli dari warga yang datang menjual gaharu ke rumahnya dengan harga Rp 50 ribu per kilogram.

    "Untuk pasaran lokal memang cukup sulit. Kalau pun ada, itu sedikit. Yang banyak itu dikirim ke Arab, meski terkadang pembeli di sana juga warga Indonesia yang membawa pulang ke tanah air sebagai oleh-oleh sepulang ibadah haji atau umrah," kata Rofi.

    Kendala yang dirasakan saat ini adalah cukup sulit mendapatkan bahan baku kayu gaharu. Selama ini warga mendapat kayu gaharu dari sisa-sisa kebakaran lahan di hutan.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Negara-negera yang Sudah Melakukan Vaksinasi Anak di Bawah 12 Tahun

    Di Indonesia, vaksin Covid-19 baru diberikan ke anak usia 12 tahun ke atas. Namun beberapa negara mulai melakukan vaksinasi anak di bawah 12 tahun.