Inpex Hengkang dari Blok B South Natuna

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (kedua kiri) dan Ibu Negara Ny. Iriana Joko Widodo (kedua kanan) didampingi Dirut PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) Katarina Denni Wisnu Wardani (kiri) dan General Manager TPPI Masputra Agung (kanan) berjalan meninjau Kilang Minyak TPPI di Tuban, Jawa Timur, 11 November 2015. ANTARA FOTO

    Presiden Joko Widodo (kedua kiri) dan Ibu Negara Ny. Iriana Joko Widodo (kedua kanan) didampingi Dirut PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) Katarina Denni Wisnu Wardani (kiri) dan General Manager TPPI Masputra Agung (kanan) berjalan meninjau Kilang Minyak TPPI di Tuban, Jawa Timur, 11 November 2015. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Inpex tak lagi mengelola Blok B South Natuna karena Medco menguasai saham anak usahanya, yakni Inpex Natuna Limited yang memiliki saham partisipasi sebesar 35 persen di wilayah kerja tersebut.

    Senior Manager Communication& Relations Inpex, Usman Slamet mengatakan penjualan saham Inpex Natuna Limited kepada PT Medco Daya Sentosa anak usaha PT Medco Energi Internasional, Tbk setelah melalui berbagai pertimbangan. Sebelumnya, Inpex memutuskan untuk tak melanjutkan pengelolaan di Blok Attaka, Kalimantan Timur yang berakhir kontraknya pada 2017.

    Dari laman resminya, Inpex pun memiliki saham partisipasi dalam Blok Mahakam yang juga berakhir di 2017. Selain itu, Inpex memiliki saham partisipasi sebesar 15 persen di Blok Sebuku. Saat ini, Inpex mengoperatori pengelolaan di Blok Masela yang masih dalam tahap pengembangan dengan kepemilikan saham partisipasi (participating interest/PI) sebesar 65 persen.

    Dikutip dari keterangan resmi Inpex, produksi rata-rata blok yang berada di Laut Natuna itu pada 2016 yakni 20 ribu barel per hari (bph) minyak, 197 juta kaki kubik per hari (million standard cubic feet per day/MMscfd) gas dan 6.000 bph liquefied petroleum gas (LPG).

    Blok yang ditandatangani kontrak kerja samanya pada 1968 itu mulai menghasilkan minyak pertamanya pada 1979 dan gas pada 2001. Dengan transaksi tersebut, komposisi kepemilikan saham partisipasi di Blok B South Natuna menjadi 75 persen dikuasai Medco yang juga menjadi operator. Sisanya, Chevron sebesar 25 persen.

    "Penjualan saham Inpex di Inpex Natuna Ltd., dilakukan setelah mempertimbangkan semua faktor dan kondisi," ujarnya saat dihubungi Bisnis, Selasa 28 Maret 2017. Dia enggan menyebut lebih lanjut alasan berkurangnya operasi Inpex. Menurut Usman,keputusan tersebut menjadi strategi perusahaan yang biasa.

    Saat ini, katanya, Inpex bersama mitranya Total E&P Indonesie masih berkomunikasi terkait kelanjutan operasi di Blok Mahakam dan Blok Masela bersama Shell. "South Natuna Block B masih bagus kok. Itu strategi portofolio saja. Pembicaraan dengan Total di Blok Mahakam juga belum selesai,Blok Masela juga jalan," katanya.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.