Menteri Pertanian Ancam Cabut Izin Importir Lamban

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pertanian (Mentan), Amran Sulaiman meninjau lokasi pasar murah  importir daging PT Indoguna Utama di Polsek duren sawit, Jakarta, 17 Juni 2016. Daging tersebut merupakan daging impor beku asal Australia berjenis 95 CL. TEMPO/M Iqbal Ichsan

    Menteri Pertanian (Mentan), Amran Sulaiman meninjau lokasi pasar murah importir daging PT Indoguna Utama di Polsek duren sawit, Jakarta, 17 Juni 2016. Daging tersebut merupakan daging impor beku asal Australia berjenis 95 CL. TEMPO/M Iqbal Ichsan

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pertanian Amran Sulaiman menegaskan bahwa Pemerintah RI akan mencabut izin bagi importir daging sapi yang lamban melaksanakan tugasnya untuk menjaga pasokan dan menstabilkan harga komoditas itu menjelang hingga sesudah bulan Ramadhan.

    "Pemerintah melalui Kementerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan bersepakat akan mencabut izin para importir yang telah mendapatkan rekomendasi impor, jika mereka lamban," catatnya melalui siaran pers yang diterima ANTARA News di Jakarta, Selasa, 28 Maret 2017.

    Ia mengemukakan untuk menjaga stok daging sapi sebelum hingga sesudah bulan Ramadhan, maka Kementan dan Kemendag telah menyepakati beberapa langkah strategis.

    Salah satu langkah yang bakal diterapkan dua kementerian itu, menurut dia, mencabut izin bagi importir yang tidak tepat waktu dan masuk daftar hitam (blacklist) terkait impor sapi bakalan. Kemudian, khusus untuk impor daging beku dievaluasi, bagi importir yang realisasi rendah dibawah 20 persen juga dicabut izinnya, kecuali importir pemula diberi kesempatan secara terbatas.

    Simak
    Tol Bali Mandara Tutup Saat Nyepi
    Awal Pekan, Kurs Rupiah Menguat 17 Poin
    Bonus Demografi, Pendapatan per Kapita Bisa Tembus Rp 390 juta

    "Selain itu, bagi perusahaan yang realisasi impor nol langsung dicabut izinnya. Dengan upaya ini, kami pastikan stok daging sapi terus tersedia sehingga tidak terjadi gelojak kekurangan stok daging sapi," ujarnya.

    Ia mengemukakan pasokan daging sapi saat ini yang dimiliki pemerintah mencapai 40.000 to, dan di masa depan akan menambah lagi stok tersebut sehingga mencapai 50.000 ton.

    Sementara itu, dikemukakannya, kebutuhan daging sapi untuk bulan Ramadhan hanya 30.000 ton, sehingga pasokan yang dimiliki pemerintah sudah lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan.

    "Soal harga maksimal Rp80.000 per kilogram, bahkan ada yang jual Rp70.000 hingga Rp75.000, yang terpenting tidak boleh ada yang jual melebihi Rp80.000 per kilogram," jelasnya.

    Selain mencabut izin para importir yang lamban mewujudkan tuigasnya, Kemendag akan mengeluarkan Peraturan Menteri Perdagangan mengenai wajib lapor para distributor untuk melaporkan data pasokan di masing-masing gudang yang dimiliki.

    Pasokan pangan, termasuk daging sapi, yang ada di gudang distributor tersebut merupakan stok yang setiap saat siap dijual ke pasar untuk menetralisir harga karena ada penimbunan dan upaya-upaya spekulasi permainan harga pangan, demikian Amran Sulaiman.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.