Menteri Amran Sesumbar, Sampai Ramadan Harga Beras Dijamin Stabil

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sedang memanen padi di lahan pertanian Desa Karangbanyu, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, 8 Maret 2017. Foto: Nofika Dian Nugroho

    Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sedang memanen padi di lahan pertanian Desa Karangbanyu, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, 8 Maret 2017. Foto: Nofika Dian Nugroho

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menjamin harga beras dapat stabil menjelang Ramadan 1438 H, tepatnya akhir Mei mendatang. "Beras kami jaga betul, dan produksi sekarang membaik. Kami jamin stabil," kata Amran ditemui di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin, 27 Maret 2017.

    Amran mengatakan, saat ini kecenderungan harga beras menurun karena produksinya yang semakin membaik. Hal tersebut akan diupayakan untuk distabilkan. Kementerian Pertanian menggelar rapat dengan Badan Urusan Logistik (Bulog) terkait persiapan menghadapi Ramadan ini.

    Saaat ini, kata Amran, stok beras mencapai 1,9 juta ton cukup untuk kebutuhan 8 bulan ke depan. Jumlah tersebut lebih banyak besar dibanding tahun-tahun sebelumnya yang berkisar 1 juta ton. Upaya untuk menjaga kestabilan harga dan stok dilakukan melalui penyerapan oleh Bulog.

    Menurut Amran, Bulog diharapkan mampu menjadi stabilisator sehingga harga komoditas di tingkat konsumen dan produsen tidak bergejolak. "Kami harus menyerap. Solusi yang bisa menyelesaikan adalah menyerap. Regulasi yang ada kami perbaiki," ucap dia.

    Selain melalui penyerapan, Amran menjelaskan pemerintah juga mengupayakan untuk memotong rantai pasokan agar mampu menjaga kestabilan harga dan stok komoditas pangan strategis. "Distribusi ke depan harus memotong rantai pasok sehingga petani posisi untung dan konsumen mendapatkan harga yang baik," kata dia.

    Selain beras, Amran terutama juga menyoroti kestabilan harga dan stok komoditas cabai menjelang Ramadhan. Kekhawatiran yang muncul adalah harga cabai yang menurun ketika memasuki Ramadhan dan merugikan petani.

    "Kami sepakat untuk dijaga di tingkat konsumen dan petani, tetapi pengusaha tetap untung. Rp20-30 ribu per kilogram di tingkat konsumen, dan di tingkat petani di bawah Rp20 ribu," ucap dia.

    Amran menjelaskan posisi harga cabai saat ini berada di kisaran Rp40-50 ribu per kilogram di tingkat petani, atau turun dibandingkan beberapa waktu lalu yang mencapai Rp70 ribu per kilogram. "Harga cabai ini akan turun lagi," kata Amran sembari menambahkan, untuk stok bawang putih mencapai 1.000 ton saat ini dan bawang merah 2.000 ton.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.