Pemerintah Kejar Target Pertumbuhan Ekonomi di Atas 6 Persen

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pertumbuhan ekonomi. shutterstock.com

    Ilustrasi pertumbuhan ekonomi. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo mengatakan, pada 2018 Indonesia ditargetkan dapat mencapai pertumbuhan ekonomi sekitar 6,1 persen. Hal itu seperti yang diungkapkan Presiden Joko Widodo dalam rapat paripurna beberapa waktu lalu.

    Untuk mencapai target tersebut, setidaknya tahun ini pertumbuhan harus mencapai lebih tinggi atau di atas 5,1 persen per tahun. Salah satu yang dilakukan pemerintah dalam mengejar hal tersebut adalah dengan menggenjot pembangunan di bidang infrastruktur.

    Baca: Menkeu Sebut Pertumbuhan Ekonomi Bisa 6 Persen

    "Presiden bangun infrastruktur yang jauh lebih besar dari subsidi. Pertumbuhan 2018 Jokowi ingin 6,1 persen. Saat ini harus capai 5,4 persen," tutur Mardiasmo di Hotel Ritz Carlton, Jakarta Selatan, Senin, 27 Maret 2017.

    Dalam merealisasikan pembangunan di bidang infrastruktur, pemerintah menggandeng pihak swasta, yang diharapkan dapat menduking dalam program pemerataan pembangunan.

    Salah satunya adalah program Pembiayaan Investasi Non Anggaran atau PINA. "Program PINA karena dalam pembangunan infrastruktur, sesuai instruksi Jokowi harus melibatkan pengusaha daerah," kata dia.

    Simak: BPS: Pertumbuhan Ekonomi 2016 Sebesar 5,02 Persen

    Dirjem Bina Konstruksi Kementerian PUPR Yusid Toyib menambahkan, pemerintah telah membuat berbagai kebijakan untuk dapat meningkatkan efektifitas pembangunan infrastruktur bagi pertumbuhan ekonomi.

    Peranan swasta diharapkan dapat meningkatkan pembangunan di Indonesia. "Ke depan, ada negosiasi di awal, agar swasta tidak ditekan dalam pembangunan proyek," tutur dia.

    DESTRIANITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.