Atasi Ketimpangan, Menteri Darmin Janji Beri Modal kepada Rakyat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, memberikan keynote speaker dalam acara Road to Digital Economy 2020 di Balai Kartini, Jakarta, 2 Juni 2016. Tempo/Angelina Anjar Sawitri

    Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, memberikan keynote speaker dalam acara Road to Digital Economy 2020 di Balai Kartini, Jakarta, 2 Juni 2016. Tempo/Angelina Anjar Sawitri

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution, mengatakan pemerintah akan mengeluarkan kebijakan pemerataan ekonomi yang antara lain memberikan modal kepada rakyat guna mengurangi ketimpangan ekonomi.

    “Yang sudah ada selama ini infrastruktur, industri. Itu adalah untuk pertumbuhan. Harus ada pasangannya untuk pemerataan yang intinya memberi dukungan, memberi modal kepada rakyat dan memberi kesempatan," ujarnya seusai menghadiri Rapat Kerja Nasional XVI Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) di Jakarta, Senin, 27 Maret 2017.

    Baca : Jokowi Ajak Pengusaha Muda Garap Tiga Sektor Ini

    Mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) itu menyatakan bahwa kebijakan pemerataan ekonomi menjadi pendukung dari berbagai paket kebijakan yang telah dikeluarkan, baik untuk pertumbuhan infrastruktur maupun industri nasional. Kebijakan pemerataan ekonomi tersebut, diuraikannya, ada juga yang akan mengatur redistribusi lahan dan reforma agraria. Namun, Menteri Darmin tidak merinci bentuk modal yang akan diberikan pemerintah tersebut.

    Pemerintah pun berkomitmen memberikan lahan seluas 12,7 juta hektare yang tersebar di berbagai provinsi akan dikelola masyarakat untuk budi daya tanaman kebun atau hortikultura. "Ada lagi nanti kelompok lain 12,7 juta hektare itu bukan untuk dibagikan, tetapi untuk diberi izin masyarakat dan mengolahnya selama sekian tahun," katanya.

    Darmin menambahkan bahwa lahan akan dikelola dengan sistem klaster oleh rakyat dengan pemberian konsesi selama lima atau 10 tahun.

    Baca : Menteri Hanif Susun Aturan Perlindungan Pekerja Maritim

    Presiden Jokowi sebelumnya mengatakan bahwa ada 12,7 juta hektare lahan yang sudah disiapkan pemerintah akan diberikan mulai dari koperasi hingga masyarakat adat. "Sekarang sudah siap 12,7 juta hektare lahan yang akan kita berikan pada rakyat dan akan kita berikan kepada koperasi, kepada pondok pesantren dan kepada masyarakat adat yang arahnya sebuah pemerataan," kata Presiden.

    JOkowi juga menegaskan, meskipun terjadi penurunan tingkat ketimpangan atau gini rasio, pemerintah akan mengeluarkan kebijakan pemerataan ekonomi guna mengurangi ketimpangan sosial.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.