IHSG pada Awal Pekan Ditutup Melemah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat ditutup naik tipis sebesar 0,02 poin menyusul harga minyak mentah dunia yang terkoreksi. TEMPO/Tony Hartawan

    Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat ditutup naik tipis sebesar 0,02 poin menyusul harga minyak mentah dunia yang terkoreksi. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan hari ini, Senin, 27 Maret 2017. IHSG ditutup melemah melemah 0,47 persen atau 25,93 poin ke posisi 5.541,20, setelah pagi tadi dibuka dengan pelemahan 0,17 persen atau 9,21 poin di level 5.557,92.

    Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak pada kisaran 5.5331,33 – 5.567,43. Dari 540 saham yang diperdagangkan hari ini, sebanyak 101 saham menguat, 214 saham melemah, dan 225 saham stagnan.

    Baca: IHSG Diperkirakan Melemah

    Enam dari sembilan indeks sektoral IHSG berakhir negatif, didoroong oleh sektor finansial yang merosot 1,22 persen dan sektor perdagangan yang melemah 0,85 persen.

    Analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta mengatakan pelemahan IHSG lebih disebabkan oleh berbagai hal diantaranya adanya aksi profit taking lantaran indeks telah menguat sejak 23 Maret yang lalu, apalagi ini mau menjelang Hari Raya Nyepi.

    “(Selain itu) Para pelaku pasar sedang menunggu langkah pemerintah dalam mengeluarkan kebijakan paket kebijakan ekonomi jilid 15 yang mengatur tentang percepatan serta penyedernahaan dwelling time yang hingga saat ini masih dirumuskan,” kata Nafan, Senin, 27 Maret 2017.

    Baca: Sepanjang Pekan IHSG Menguat 0,48 Persen

    Ia melanjutkan, sentimen global turut mempengaruhi pelemahan indeks hari ini. Kebijakan Presiden AS Donald Trump dalam menghapuskan Obamacare mendapat penolakan keras dari badan legislatif di AS, apalagi dari partai pendukung Trump, yakni Partai Republik.

    Ditambah lagi oleh sentimen politik lainnya yakni pidato kandidat presiden Prancis Marine Le Pen dihadapan para pendukungnya pada hari Minggu, yang mengklaim bahwa Uni Eropa akan bubar karena masyarakat saat ini tidak menghendakinya.

    Hal-hal tersebut menciptakan situasi dan kondisi global masih belum ideal bagi para pelaku pasar untuk masuk menanamkan modalnya untuk saat ini. Mereka lebih memilih untuk berinvestasi di sektor komoditas safe-haven, seperti emas misalnya.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).