Jokowi Ajak Pengusaha Muda Garap Tiga Sektor Ini

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi berbincang dengan Perwakilan Petani Pegunungan Kendeng, Kabupaten Pati Gunarti dan anggota Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) di Istana Negara, Jakarta, 22 Maret 2017. ANTARA FOTO

    Presiden Jokowi berbincang dengan Perwakilan Petani Pegunungan Kendeng, Kabupaten Pati Gunarti dan anggota Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) di Istana Negara, Jakarta, 22 Maret 2017. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyatakan ada tiga sektor yang bisa digarap oleh para pengusaha muda. Pertama adalah sektor pariwisata.

    Menurut Jokowi, Indonesia memiliki kekuatan di industri pariwsata. Saat ini pemerintah membangun 10 destinasi baru. Pengusaha muda dapat berperan membangun sarana pendukung pariwisata, misalnya membuka restoran dan berjualan souvenir.

    Selain itu, sektor perdagangan online atau e-commerce. Jokowi memperkirakan Indonesia akan mendapat bonus demografi besar pada tahun-tahun mendatang. Di saat itulah usahawan yang sudah merintis usahanya sejak saat ini dapat menikmati keuntungan.

    Baca: DKI Ajak Pengusaha Muda Kembangkan Ekonomi Kreatif Betawi

    Berdasarkan prediksi pemerintah, pada 2045 populasi Indonesia mencapai 309 juta penduduk, pertumbuhan ekonomi diprediksi sekitar 5-6 persen, dan produk domestik bruto mencapai US$ 9,1 triliun. Adapun pendapatan per kapita mencapai US$ 29.000.

    "Berkaitan dengan lifestyle, akan berkembang di negara kita. Ritel, media, kuliner akan berkembang besar sekali. Pemasaran online dan ini anak-anak muda yang bisa, tidak bisa lagi yang seumur saya masuk sini, sudah sulit," kata Jokowi saat membuka rapat kerja nasional XVI Himpunan Pengusaha Muda Indonesia, di Jakarta, Senin, 27 Maret 2017.

    Menurut Jokowi, peluang besar lainya adalah business process outsourcing (BPO) yang dapat digarap anak muda Indonesia. Bisnis ini sudah sangat berkembang di Filipina hingga menghasilkan US$ 25 miliar dalam satu tahun.

    Baca: Jokowi Undang Pengusaha Korea Investasi Usaha Kreatif

    "Mungkin jangan masuk yang sudah dikuasai Filipina, telemarketing. Kita masuk disain grafis, animasi, aplikasi software. BPO di Indonesia masih sangat menjanjikan sekali,"

    Jokowi menekankan pula pentingnya pembangunan infrastruktur, industri pengolahan dan industri jasa. Dia berharap lewat pembangunan infrastruktur biaya transportasi dan logistik dapat turun agar produk buatan dalam negeri dapat bersaing dengan produk luar negeri.

    Di sektor infrastruktur, pemerintah tengah menggenjot pembangunan jalan tol, bandara, pelabuhan, dan jalur kereta api. Jokowi mengatakan, pada tahun-tahun mendatang jangan sampai Indonesia menjual bahan mentah ke luar negeri. Seluruh bahan mentah yang dihasilkan di bumi Indonesia harus diolah, dijadikan produk jadi, kemudian dijual ke negara lain.

    "Semua harus barang, minimal setengah jadi. Kita bisa dorong ekspor semua barang jadi. Kelapa sawit jangan kirim CPO, jagung juga sama, produksi jagung nanti melimpah. Jangan sampai kita kirim dalam bentuk mentah, buatlah makanan, buatlah makanan ternak, semua harus masuk industri pengolahan," ujar Jokowi.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Pemberantasan Rasuah Indonesia di Hari Antikorupsi Sedunia

    Wajah Indonesia dalam upaya pemberantasan rasuah membaik saat Hari Antikorupsi Sedunia 2019. Inilah gelap terang Indeks Persepsi Korupsi di tanah air.