Bank Mandiri Salurkan KUR TKI Rp 8,76 Miliar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • (ki-ka) Direktur Finance&Treasury Bank Mandiri Pahala N Mansury, Dirut Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo dan Direktur Retail Banking Bank Mandiri Tardi tengah berbincang usai paparan publik Bank Mandiri di Jakarta, 24 Agustus 2016. Bank Mandiri akan menerbitkan obligasi berkelanjutan I tahap I dengan target indikatif Rp 5 triliun sebagai bagian dari upaya diversifikasi dan perbaikan struktur pendanaan bank dalam jangka panjang. TEMPO/Tony Hartawan

    (ki-ka) Direktur Finance&Treasury Bank Mandiri Pahala N Mansury, Dirut Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo dan Direktur Retail Banking Bank Mandiri Tardi tengah berbincang usai paparan publik Bank Mandiri di Jakarta, 24 Agustus 2016. Bank Mandiri akan menerbitkan obligasi berkelanjutan I tahap I dengan target indikatif Rp 5 triliun sebagai bagian dari upaya diversifikasi dan perbaikan struktur pendanaan bank dalam jangka panjang. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Bank Mandiri berkomitmen untuk mendukung buruh migran Indonesia melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) TKI. KUR TKI yang telah disalurkan hingga mencapai Rp 8,76 miliar per Desember 2016 lalu.

    Bentuk penyaluran KUR TKI Bank Mandiri di antaranya terbagi dalam KUR Penempatan dan KUR TKI Puma. KUR Penempatan adalah kredit yang diberikan kepada calon tenaga kerja Indonesia yang akan diberangkatkan ke luar negeri. Saat ini KUR Penempatan Bank Mandiri telah diberikan kepada calon TKI yang akan diberangkatkan ke Hongkong, Taiwan, dan Singapura.

    Baca: Mandiri Online Ditargetkan Raih 2,5 Juta Pengguna Aktif Tahun Ini

    Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo berharap KUR TKI dapat membantu meningkatkan ekonomi para buruh migran Indonesia beserta keluarga. “Selain itu melalui KUR, sektor usaha mikro di Indonesia dapat lebih tumbuh dan berkembang,” ujar dia, dalam keterangan tertulisnya, Minggu, 26 Maret 2017.

    Untuk KUR TKI Puma, Bank Mandiri memberikan kredit modal kerja atau kredit investasi untuk buruh migran yang kembali ke Indonesia dan membuka usaha. Sektor usaha yang mendapat pembiayaan antara lain pertanian, perikanan, industri pengolahan, perdagangan, dan jasa.

    “Khusus untuk alumni program Mandiri Sahabatku dan menjalani program Bapak Asuh akan mendapatkan fasilitas KUR setelah pemantauan bisnis yang berjalan selama enam bulan,” katanya.

    Baca: Bank Mandiri: Proyeksi Kredit Macet di 2017 Jadi 3,5 Persen

    Kartika melanjutkan Bank Mandiri mendorong para buruh migran untuk berwirausaha melalui program Mandiri Sahabatku. Saat ini lebih dari 10 ribu buruh migran Indonesia yang tersebar di Hongkong, Korea Selatan, dan Malaysia telah mengikuti pelatihan wirausaha.

    Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini M. Soemarno mengataka, program yang dijalankan Bank Mandiri bertujuan untuk memberikan bekal semangat dan keterampilan untuk masa depan yang lebih baik bagi para buruh migran tersebut. “Kami berharap dapat mensejahterakan buruh migran kita saat kembali ke tanah air,” ujarnya.

    Berdasarkan data Bank Indonesia hingga triwulan keempat 2016, jumlah buruh migran Indonesia mencapai 4,5 juta orang yang sebagian besar berada di Asia dan Timur Tengah. Untuk memberikan dukungan bagi buruh migran tersebut, Bank Mandiri pun menggelar program Mandiri Sahabatku.

    GHOIDA RAHMAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Permohonan Pengembalian Biaya Perjalanan Ibadah Haji 2020

    Pemerintah membatalkan perjalanan jamaah haji 2020. Ada mekanisme untuk mengajukan pengembalian setoran pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji.