Saudia Airlines Targetkan Penumpang Indonesia Tumbuh 18 Persen

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemulangan WNI Overstayer kloter 10 oleh Pemerintah Arab Saudi, dengan menggunakan pesawat khusus Saudia Airlines (12/12). KJRI Jeddah

    Pemulangan WNI Overstayer kloter 10 oleh Pemerintah Arab Saudi, dengan menggunakan pesawat khusus Saudia Airlines (12/12). KJRI Jeddah

    TEMPO.CO, Jakarta - Peluang peningkatan jumlah penumpang rute Arab Saudi- Indonesia masih terbuka lebar. Maskapai dengan layanan penuh, Saudia Airlines menargetkan pertumbuhan jumlah penumpang yang diangkut pada penerbangan Arab Saudi-Indonesia dan sebaliknya mencapai 18 persen pada 2017.

    Vice President Sales & Marketing General Sales Agent-Indonesia Saudia Airlines Herry Setiawan mengatakan pangsa pasar yang bisa digarap Saudia pada rute Arab Saudi-Indonesia sebenarnya sangat terbuka lebar. “Namun, dengan total jumlah
    penerbangan Saudia di Indonesia sebanyak 27 penerbangan per pekan, kami memperkirakan pertumbuhan jumlah penumpang yang diangkut pada tahun ini tidak lebih dari 18 persen,” katanya di Jakarta, Minggu 26 Maret 2017.

    Baca: Indonesia dan Arab Saudi Bentuk Tim Realisasikan Kerja Sama

    Herry mengungkapkan tren pertumbuhan jumlah penumpang pada penerbangan Arab Saudi-Indonesia dan sebaliknya terus meningkat. Pada tahun lalu, pertumbuhan jumlah penumpang yang diangkut Saudia mencapai lebih dari 10 persen.

    Menurutnya, pasar penerbangan Arab Saudi-Indonesia kemungkinan besar masih akan terus membesar. Apalagi, minat masyarakat Indonesia untuk melakukan ibadah umrah dan haji juga terus meningkat.“Jadi memang pasarnya itu masih sangat
    besar. Kalau kami hitung, market share Saudia pada tahun ini mungkin masih di bawah 30 persen. Jadi, tantangan ke depannya itu, tinggal bagaimana kita bisa melayani penumpang dengan baik,” ucap Herry.

    Saat ini, Saudi Airlines telah melayani penerbangan berjadwal di Indonesia sebanyak 27 kali penerbangan per pekan, terdiri dari rute Makassar-Madinah sebanyak 2 kali per pekan, rute Surabaya-Madinah 3 kali per pekan. Kemudian, maskapai juga melayani penerbangan Jakarta-Jeddah sebanyak 13 kali per pekan, Jakarta-Riyadh-Madinah 2 kali per pekan, Jakarta-Madinah 5 kali per pekan, dan Medan-Madinah 2 kali per pekan.

    Baca: Raja Arab Datang, Indonesia Akan Bahas 3 Kerja Sama

    Untuk diketahui, maskapai pembawa bendera (flag carrier) Arab Saudi ini mengoperasikan pesawat berbadan lebar (widebody) dalam melayani seluruh penerbangan rute Arab Saudi-Indonesia, seperti Boeing 747-400.

    Di sisi lain, kedatangan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al-Saud ke Bali pada awal Maret 2017 dinilai berpotensi mendongkrak kunjungan wisatawan mancanegara, khususnya yang berasal dari Arab Saudi.

    Menurut Herry, kunjungan Raja Salman benar-benar membuat masyarakat Arab Saudi lebih mengenal lagi destinasi wisata Indonesia. Bahkan, tidak menutup kemungkinan, Bali akan menjadi destinasi baru bagi turis Arab Saudi.“Sebenarnya
    (kunjungan turis Arab meningkat) sudah terlihat. Awal April ini kan musim liburan Arab Saudi. Saya sampai enggak bisa dapat seat pulang bagi jemaah umrah Indonesia karena sudah banyak diisi penumpang Arab Saudi,” ujarnya.

    Oleh karena itu, Indonesia diharapkan dapat mempersiapkan segala sesuatunya untuk dapat mengambil peluang itu. Salah satu yang paling disorot Herry, yakni seperti kesiapan bandara dan para pemandu wisata.

    Untuk diketahui, mayoritas profil penumpang Saudi Airlines pada penerbangan Arab Saudi-Indonesia masih disumbang oleh jemaah umrah, atau sekitar 92 persen pada musim umrah. Sementara sisanya disumbang kalangan pebisnis.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.