Taksi Konvensional Diharapkan Penuhi Strategi Taksi Aplikasi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pengemudi taksi konvensional gelar aksi demo di perempatan titik nol kilometer Yogyakarta, 17 Februari 2017. Aksi tersebut adalah lanjutan dari penindakan angkutan penumpang berpelat hitam yang beroperasi secara online. TEMPO/Pius Erlangga

    Sejumlah pengemudi taksi konvensional gelar aksi demo di perempatan titik nol kilometer Yogyakarta, 17 Februari 2017. Aksi tersebut adalah lanjutan dari penindakan angkutan penumpang berpelat hitam yang beroperasi secara online. TEMPO/Pius Erlangga

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Perhubungan mengimbau perusahaan taksi konvensional bisa memenuhi strategi pasar yang dimiliki perusahaan taksi berbasis aplikasi dalam menggaet konsumen, yakni menyediakan transportasi yang mudah, murah, dan bermutu baik.

    Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan J.A. Barata menjelaskan tidak bisa dipungkiri bahwa publik akan diuntungkan dengan tarif ongkos yang lebih murah yang ditawarkan taksi berbasis aplikasi.

    "Tidak bisa dihindarkan taksi online akan lebih murah dari taksi reguler. Oleh karenanya taksi reguler tidak bisa diam saja, harus mencapai tiga strategi itu, mudah, murah, dan mutu baik. Kalau tiga strategi itu dipenuhi, publik juga akan senang," kata Barata saat diskusi di Jakarta, Sabtu, 25 Maret 2017.

    Baca: Organda Minta Tarif Taksi Online dan Taksi Biasa Disamakan

    Barata menjelaskan ada beberapa aspek biaya yang tidak dihitung dalam tarif taksi aplikasi, yakni asuransi, perawatan kendaraan, dan operasional kendaraan.

    Sedangkan perusahaan taksi konvensional harus terkena biaya penyusutan dengan penyediaan gedung, pul kendaraan, perawatan armada ke bengkel, dan asuransi penumpang.

    Menurut dia, harus ada keikhlasan dari pihak penyelenggara angkutan umum reguler dengan keberadaan taksi aplikasi mengingat pesatnya teknologi tidak bisa dihentikan.

    Kementerian Perhubungan pun akan mengatur tarif taksi online dalam revisi Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 32 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek. Regulasi ini akan diberlakukan mulai 1 April mendatang.

    Simak: Soal Tarif, Ini Kesepakatan Taksi Online dan Pemerintah

    Dalam peraturan tersebut, ada sebelas butir regulasi baru yang mengatur taksi online sebagai angkutan sewa khusus, tapi tiga di antaranya masih menjadi keberatan bagi perusahaan taksi aplikasi, yakni kuota dan batas tarif angkutan sewa khusus serta kewajiban STNK berbadan hukum.

    Barata menilai pengaturan transportasi ini bertujuan meminimalisasi persaingan, baik antara taksi aplikasi dan konvensional maupun antartaksi aplikasi yang berbeda perusahaan.

    "Penataan transportasi ini memang belum selesai. MRT dan LRT akan dibangun, ketika itu selesai juga akan mempengaruhi penawaran dan permintaan taksi aplikasi tersebut," ujarnya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Akar Bajakah Tunggal, Ramuan Suku Dayak Diklaim Bisa Obati Kanker

    Tiga siswa SMAN 2 Palangka Raya melakukan penelitian yang menemukan khasiat akar bajakah tunggal. Dalam penelitian, senyawa bajakah bisa obati kanker.