IHSG Diperkirakan Melemah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pergerakan saham di lantai Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 18 Maret 2016.  IHSG ditutup flat di level yang hampir sama dengan kemarin yakni 4.885,71 naik 0,02 poin atau 0%. TEMPO/Tony Hartawan

    Pergerakan saham di lantai Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 18 Maret 2016. IHSG ditutup flat di level yang hampir sama dengan kemarin yakni 4.885,71 naik 0,02 poin atau 0%. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG pada perdagangan hari ini diperkirakan akan bergerak konsolidasi cenderung melemah.

    Menurut Kepala Riset Buna Artha Securities Reza Priyambada, pergerakan IHSG terlihat terbatas seiring pelaku pasar yang melakukan aksi jual. Meski IHSG berusaha untuk menguat namun sentimen tidak mendukung sehingga IHSG diperkirakan akan bergerak melemah.

    "IHSG masih memiliki gap di level 5.447-5.458, karena itu masih memiliki potensi untuk melemah. Tetap amati berbagai sentimen yang dapat mempengaruhi laju IHSG," ujar Reza Priyambada dalam pesan tertulisnya, Kamis, 23 Maret 2017.

    Baca: BUMN Belum Selesaikan Program BPJS, Menteri Rini: Akan Saya Getok

    Analis dari Reliance Securities Lanjar Nafi menambahkan, posisi IHSG yang telah mencapai area resisten rentan akan terjadi pelemahan lebih lanjut pada jangka pendek. "Sehingga diperkirakan IHSG akan bergerak mixed cenderung kembali mengalami tekanan dengan range pergerakan 5.500-5.565," ujar Lanjar Nafi.

    Lanjar menambahkan, saham-saham yang masih dapat diperhatikan pada perdagangan hari ini antara lain INCO, WSKT, SCMA.

    Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup melemah tipis 9 poin sebesar 0,16 persen di level 5.534,09 dengan dibuka gap down hingga dibawah level 5500. Pergerakan cenderung terkonsolidasi dan ditarik menguat sebelum penutupan. Pada perdagangan kemarin, investor asing masih mencatatkan aksi beli (nett buy) Rp 136,59 miliar dari sebelumnya Rp 392,52 miliar, yang membuat IHSG tak terlalu dalam terkoreksi.

    Simak: Strategi Bertahan Perbankan, Kreatif Berjualan Kartu Kredit

    Meskipun demikian pergerakan melemah terasa hampir seluruh indeks sektor, seperti indeks sektor konsumer dan pertanian yang tertekan paling dalam.

    Reza menambahkan, pada perdagangan kemarin, pelaku pasar di satu sisi memanfaatkan penguatan tipis sebelumnya untuk aksi ambil untung dengan memanfaatkan pelemahan sebelumnya. Namun di sisi lain ada juga pelaku pasar yang memanfaatkan pelemahan dalam intraday perdagangan untuk kembali mengakumulasi hingga laju JCI membaik dan hanya melemah tipis secara harian.

    Simak: Otoritas Jasa Keuangan Dorong Pemda Bentuk Jamkrida

    Selain itu, turunnya sejumlah harga komoditas yang tergambar pada pelemahan saham-saham basic resources terimbangi dengan akumulasi beli pada saham-saham perdagangan dan keuangan serta penilaian positif dari Bank Dunia terhadap ekonomi Indonesia.

    DESTRIANITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.