Menteri Perdagangan Minta Pemda Pantau Harga Setiap Hari  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita saat meninjau gudang beras di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta, 15 Desember 2016. Menurut Enggartiasto, saat ini perputaran beras di pasar tersebut mencapai 30 ribu ton per hari dan menyatakan stok beras nasional dalam kondisi mencukupi hingga Maret 2017. Tempo/Tony Hartawan

    Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita saat meninjau gudang beras di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta, 15 Desember 2016. Menurut Enggartiasto, saat ini perputaran beras di pasar tersebut mencapai 30 ribu ton per hari dan menyatakan stok beras nasional dalam kondisi mencukupi hingga Maret 2017. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita meminta pemerintah daerah turut memantau serta melaporkan perkembangan harga harian dan jumlah stok barang kebutuhan pokok milik pedagang. Enggartiasto ingin laporan itu disampaikan secara intensif mulai H-14 Ramadan hingga H+2 Lebaran.

    “Laporan perkembangan harga dan jumlah stok barang pokok diperlukan untuk mengetahui perkiraan kebutuhan stok harian barang kebutuhan pokok di pasar," ucap Enggar dalam rapat koordinasi di Kementerian Perdagangan, Rabu, 22 Maret 2017.

    Baca: Menteri Perdagangan Imbau Importir Serap Produk Pertanian Lokal

    Kementerian Perdagangan, ujar dia, telah membangun sistem informasi harga dan pasokan yang terintegrasi. Hingga saat ini, telah dilakukan pemantauan harga barang pokok dan barang penting di 165 pasar rakyat yang ada di 34 ibu kota provinsi dan 48 kabupaten/kota secara harian.

    Baca: Redam Harga, Mendag: Belum Perlu Badan Hortikultura

    Untuk 2017, titik pantauan akan ditambah. Tahun ini, Kementerian juga melakukan pantauan ketersediaan stok atau pasokan 18 komoditas di 84 pasar rakyat serta pasokan cabai dan bawang merah di sepuluh pasar induk dan enam sentra produksi.

    Selain itu, Enggar meminta koordinasi antarinstansi di daerah ditingkatkan untuk memastikan ketersediaan barang kebutuhan pokok guna menghindari keresahan masyarakat melalui kegiatan operasi pasar dan pasar murah di lokasi-lokasi permukiman masyarakat berpendapatan rendah selama Ramadan dan Lebaran.

    Keamanan dan kelancaran distribusi barang di daerah masing-masing pun menjadi perhatian utama Kementerian. "Pemerintah daerah diharapkan dapat mencarikan solusi alternatif distribusi apabila terjadi hambatan atau gangguan kelancaran distribusi di tingkat regional dan nasional, seperti pasar tumpah dan kerusakan jalan," tuturnya.

    Selain itu, untuk menjaga kenyamanan pasar bagi masyarakat dalam memperoleh kebutuhan pokok, Enggar meminta tidak ada lagi lapak-lapak di depan pasar. Ke depan, kata dia, pasar harus dijalankan dengan manajemen yang modern.

    "Revitalisasi pasar rakyat yang menjadi program Kementerian Perdagangan juga dimaksudkan untuk mendukung kelancaran logistik dan distribusi barang kebutuhan masyarakat serta mendorong penguatan pasar dalam negeri," ucap Enggar.

    RICHARD ANDIKA | ALI HIDAYAT



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Drone Pemantau Kerumunan dari Udara selama Wabah Covid-19

    Tim mahasiswa Universitas Indonesia merancang wahana nirawak untuk mengawasi dan mencegah kerumunan orang selama pandemi Covid-19.