Setelah Menjadi Presiden, Kekayaan Donald Trump Anjlok?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Donald Trump berbicara selama reli di Kentucky Exposition Center, di Louisville, 20 Maret 2017. AP/John Minchillo

    Presiden Donald Trump berbicara selama reli di Kentucky Exposition Center, di Louisville, 20 Maret 2017. AP/John Minchillo

    TEMPO.CO, Jakarta - Setelah menjadi Presiden Amerika Serikat ke-45, Donald Trump malah mencatatkan penurunan aset. Kabar yang dilansir Forbes menyebutkan aset Trump berkurang US$ 1 miliar, yakni dari US$ 4,5 miliar menjadi US$ 3,5 miliar. Walhasil, posisi Trump dalam daftar orang terkaya di dunia merosot dari peringkat ke-336 pada 2016 menjadi ke-544 tahun ini.

    "Nilai real estate di Midtown Manhattan turun, demikian pula kekayaan Donald Trump," bunyi hasil riset Forbes, seperti dilansir Washington Post, Selasa, 21 Maret 2017.

    Baca: Elite Rusia Beli Properti Mewah Milik Trump Rp 1,3 Triliun

    Sebanyak 40 persen kekayaan Trump memang berasal dari real estate miliknya di Midtown Manhattan. Aset ini sudah mencakup properti terkenal Trump Tower dan delapan gedung lain. Menurut Forbes, meski sudah menyatakan mundur dari kegiatan bisnis setelah menjadi presiden, Trump tidak melepas kepemilikan aset-asetnya.

    Baca: FBI Selidiki Media Massa Bantu Rusia Intervensi Pemilu Amerika 

    Saat dimintai tanggapan, keluarga Trump berkomentar positif. "Bisnis hotel masih sangat baik. Demikian pula klub golf," kata Eric Trump, anak pertamanya. Redaksi Forbes sudah menduga hasil penilaian pihaknya akan dibantah Trump. Selama ini, ujar editor Forbes, Randall Lane, Trump selalu mengacaukan penilaian. Salah satunya dengan memasukkan klaim "nilai merek", yang bersifat kualitatif dan sulit diukur.

    Padahal, ucap Lane, tim Forbes sudah menelusuri aset-aset tersebut secara periodik. Tim pun melakukan penilaian bersama puluhan pakar dan mengkonfirmasi hasilnya bersama perwakilan Trump. "Kami pun berkelakar dengan membagi tiga nilai aset yang ia klaim," tutur Lane.

    Tak hanya Trump yang mencatatkan penurunan nilai harta. Forbes mencatat, ada 78 miliarder yang terpental dari daftar tahun ini. Gejolak harga minyak dunia dan volatilitas pasar modal menjadi penyebabnya. Di Cina, gonjang-ganjing bursa saham membuat 33 miliarder terpental dari daftar Forbes. Salah satunya Hung Yau Lit, yang mengalami penurunan aset dari US$ 1,3 miliar pada 2016 menjadi "hanya" US$ 745 juta tahun ini.

    Miliarder yang mengalami penurunan aset terbanyak adalah Elizabeth Holmes. Tak tanggung-tanggung, aset Holmes yang mencapai US$ 3,6 miliar lenyap sama sekali setelah ia terjerat masalah hukum. Perusahaannya, laboratorium Theranos, dikenai sanksi oleh pemerintah Amerika karena tidak memberi layanan dan produk sesuai dengan iklan. Harga saham Theranos pun merosot dan Holmes kehilangan aset.

    FERY F.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemenag Berikan Pedoman Berkegiatan di Rumah Ibadah saat Pandemi

    Kementerian Agama mewajibkan jemaah dan pengurus untuk melaksanakan sejumlah pedoman ketika berkegiatan di rumah ibadah saat pandemi covid-19.