Solo Tecno Park Butuh 10 Start-up Muda, Anda Beminat?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah siswa SMKN 2 dan AMK warga Surakarta sedang merakit mobil Kiat Esemka di Kampus Solo Tecnopark, Rabu (4/1). TEMPO/Andry Prasetyo

    Sejumlah siswa SMKN 2 dan AMK warga Surakarta sedang merakit mobil Kiat Esemka di Kampus Solo Tecnopark, Rabu (4/1). TEMPO/Andry Prasetyo

    TEMPO.CO, Surakarta - Solo Tecno Park menawarkan dana pembiayaan Rp 300 juta untuk kalangan muda yang serius mengembangkan bisnis rintisan (start-up) berbasis teknologi. "Kami mencari sepuluh start-up. Bisa individu atau kelompok. Diutamakan dari kalangan muda asal Kota Surakarta," kata Pejabat Teknis Umum Solo Tecno Park, Darsono, saat ditemui Tempo, di kantornya, Selasa, 21 Maret 2017.

    Syaratnya, kata Darsono, peminat membuat proposal  tentang ide bisnis, memiliki produk, dan berkaitan dengan teknologi. Pelaku start-up yang dinilai layak akan mengikuti program pelatihan di Inkubator Bisnis dan Teknologi (INBISTEK) Solo Tecno Park.

    Baca: Cara Agar Bisnis Star-up Bertahan Lama

    Bagi start-up yang lolos seleksi, kata Darsono, Solo Tecno Park akan memberikan pendampingan selama 2 tahun. Jika dalam proses pengembangannya ada start-up yang memiliki prospek cerah, biaya pendanaannya bisa ditambah. "Bisa sampai miliaran rupiah," ujarnya.

    Program start-up industri, Darsono melanjutkan, membidik generasi muda karena dinilai memiliki inovasi di bidang teknologi dan bisnis. Calon peserta tidak harus membawa produk jadi atau siap dipasarkan. "Kalau ada ide, bisa diwujudkan bersama. Start-up industri menghubungkan penemu teknologi, pebisnis, dan investor," kata Darsono.

    Baca: Begini Star-up Sukses di Grand Final World Cup 2017

    Menurut Darsono, banyak peluang bisnis di Surakarta yang bisa digarap pelaku industri kreatif. Dia mencontohkan, proses melorot kain batik (menghilangkan lapisan malam dengan dicelupkan ke air mendidih), yang selama ini dikerjakan tradisional, tapi sebenarnya bisa digantikan teknologi otomasi. "Pembuatan pewarna alami untuk kain batik juga bisa dieksplore lebih dalam menggunakan teknologi," katannya.

    Kepala Diklat Manufaktur Solo Tecno Park, Sutrisno, menambahkan, tersedia 300 kuota beasiswa. Dari jumlah itu semuanya untuk program pendidikan dan pelatihan otomasi, desain mekanik, las dalam air, dan mekanik manufaktur. 

    Baca Juga: Menteri Rudiantara Mendata Star-up, Untuk Apa?

    "Pada tahap pertama, seluruh peserta akan digembleng pengetahuan dasar seperti teknik bubut, milling, pengelasan, penggerindaan, kerja bangku, dan gambar teknik," katanya.  Pada tahap kedua, peserta diklat dipersilakan memilih satu dari program yang tersedia.

    "Diklat selama enam bulan, setelah itu disalurkan ke perusahaan," katanya. Hingga kini, ada sekitar 40 perusahaan yang bekerja sama dengan Solo Tecno Park.

    DINDA LEO LISTY


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peranan Penting Orang Tua dalam Kegiatan Belajar dari Rumah

    Orang tua mempunyai peranan yang besar saat dilaksanakannya kegiatan belajar dari rumah.