Ditopang Rupiah, Pasar Obligasi Berpeluang Lanjutkan Penguatan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Bismo Agung

    TEMPO/Bismo Agung

    TEMPO.CO, Jakarta - Analis PT Binaartha Sekuritas, Reza Priyambada, mengatakan pasar obligasi berpeluang melanjutkan penguatan hari ini. Pelaku pasar masih memanfaatkan sentimen positif. "Terutama sentimen dari laju rupiah yang kembali menguat seiring masih melemahnya laju dolar Amerika," kata Reza, seperti dilansir keterangan tertulis, Rabu, 22 Maret 2017.

    Reza mengatakan volume beli di pasar obligasi masih terjadi. Alasannya, yield masih cenderung menurun. Pergerakan tenor pendek (1-4 tahun) rata-rata mengalami penurunan yield -6,3 bps. Sementara tenor menengah (5-7 tahun) turun -6,57 bps dan tenor panjang (8-30 tahun) turun -10,34 bps.

    Reza mengimbau pelaku pasar tetap mencermati berbagai sentimen yang dapat mengubah arah pasar obligasi. "Terutama pada pergerakan pasar obligasi dan dolar di pasar Amerika serta imbasnya pada kondisi pasar di dalam negeri," kata dia.

    Menurut Reza, sejumlah harga surat utang meningkat dengan aksi beli yang masih berlanjut. Seri obligasi benchmark pun meningkat. FR0061 yang memiliki waktu jatuh tempo ±5 tahun mengalami penurunan harga dari 110,71 persen kemarin menjadi 100,51 persen. Yield obligasi tersebut turun menjadi -7,89 bps dari 6,96 persen pada hari sebelumnya.

    FR0072 yang memiliki waktu jatuh tempo ± 20 tahun mengalami kenaikan harga 105,34 persen dan yield 7,71 persen. Harga obligasi menurun dari 104,85 persen dan yield turun dari 7,76 persen.

    Kemarin, rata-rata harga obligasi pemerintah yang tercermin pada INDOBeX Government Clean Price naik 0,50 bps di level 114,28 dari sebelumnya di level 113,71. Rata-rata harga obligasi korporasi yang tercermin pada INDOBeX Corporate Clean Price naik 0,19 bps ke level 107,54 dari sebelumnya di level 107,34.

    Laju yield obligasi korporasi terlihat mulai adanya aksi jual meski cenderung terbatas. Obligasi korporasi rating AAA dengan yield untuk tenor 9-10 rata-rata berada di kisaran level 9,00-9,02 persen. Sedangkan obligasi korporasi dengan rating AA untuk tenor 9-10 tahun memiliki yield di kisaran level 9,91-9,92 persen. Yield pada rating A dengan tenor 9-10 tahun berada di kisaran 10,94-10,95 persen dan obligasi dengan rating BBB di kisaran 13,40-13,55 persen.

    VINDRY FLORENTIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemenag Berikan Pedoman Berkegiatan di Rumah Ibadah saat Pandemi

    Kementerian Agama mewajibkan jemaah dan pengurus untuk melaksanakan sejumlah pedoman ketika berkegiatan di rumah ibadah saat pandemi covid-19.