Dana Repatriasi di Pasar Modal Capai Rp 9 Triliun

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo memberikan arahan saat sosialisasi terakhir tax amnesty di Jakarta, 28 Februari 2017. Jokowi memberikan sosialisasi terkait Kebijakan Tax Amnesty yang akan berakhir di bulan Maret 2017. Foto: Biro Pers Istana Kepresidenan

    Presiden Joko Widodo memberikan arahan saat sosialisasi terakhir tax amnesty di Jakarta, 28 Februari 2017. Jokowi memberikan sosialisasi terkait Kebijakan Tax Amnesty yang akan berakhir di bulan Maret 2017. Foto: Biro Pers Istana Kepresidenan

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan, Nurhaida, mengatakan dana repatriasi dari program amnesti pajak yang masuk ke pasar modal sudah mencapai Rp 9 triliun. Dana repatriasi antara lain masuk ke saham dan reksadana. 

    "Kemungkinan masih akan meningkat jumlahnya," kata dia di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Sabtu, 18 Maret 2017. 

     


    Nurhaida mengatakan dana repatriasi saat ini masih banyak mengendap di bank persepsi. Namun meningkatnya jumlah dana repatriasi di pasar modal menunjukkan instrumen pasar modal mulai dicari investor. 

    Baca : Dana Repatriasi Tax Amnesty Capai Rp 145 Triliun


     

    Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pajak, total dana repatriasi yang sudah masuk hingga Sabtu, 18 Maret 2017 tercatat sebanyak Rp 145 triliun. Jumlahnya sebesar 3 persen dari total amnesti pajak yang mencapai Rp 4.538 triliun. Dari total harta, jumlah deklarasi dalam negeri sebanyak Rp 3.372 trilun dan deklarasi luar negeri Rp 1.021 triliun.

     

    Anggota Komisi XI DPR dari Fraksi Partai Nasional Demokrat, Johnny G. Plate, mengatakan potensi repatriasi masih besar. Menurut dia, harta warga Indonesia yang terparkir di luar negeri diperkirakan mencapai Rp 11.500 triliun. "Berarti masih ada Rp 7.000 triliun uang yang masih parkir di luar saat ini," kata dia di Gedung BEI, Jakarta.

     

    Program amnesti pajak tidak berlangsung lama. Masa pengampunan akan berakhir pada 31 Maret 2017. Direktur Jenderal Pajak Ken Dwijugiasteadi menghimbau masyarakat memanfaatkan waktu yang tersisa untuk ikut amnesti. Selepas amnesti, ia berjanji mengejar wajib pajak yang lalai akan kewajibannya.

     

    VINDRY FLORENTIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.