BEI Raih Rekor Tertinggi Kapitalisasi Pasar Modal

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pengunjung menghadiri acara penutupan perdagangan IHSG bulan Januari di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 31 Januari 2017. ANTARA/Muhammad Adimaja

    Sejumlah pengunjung menghadiri acara penutupan perdagangan IHSG bulan Januari di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 31 Januari 2017. ANTARA/Muhammad Adimaja

    TEMPO.CO, Jakarta - Kapitalisasi pasar modal mencapai Rp6.018 triliun atau mencapai rekor tertinggi yang pernah dicatat Bursa Efek Indonesia.


     

    Pada pekan ini, kinerja indeks harga saham gabungan (IHSG) semakin bergairah setelah The Federal Reserve menaikan Fed Fund Rate (FFR) sebanyak 25 basis poin menjadi 0,75 persen--1 persen. Kecemasan di pasar modal kini semakin berkurang.

     


     

    Dua hari setelah The Fed menaikkan FFR, spontan investor asing ramai-ramai melakukan net buy (aksi beli) di pasar modal Indonesia dalam jumlah yang besar.

     

    Berdasarkan data Bloomberg, pada hari pertama The Fed menaikkan FFR, net buy harian mencapai Rp1,84 triliun, lalu pada hari  Jumat 17 Maret 2017, aksi beli mencapai Rp2,48 triliun.

     

    Kepala Divisi Komunikasi Perusahaan Bursa Efek Indonesia Yulianto Aji Sadono mengungkapkan rekor kapitalisasi tertinggi merupakan perjalanan bursa sejak pertama kali swastanisasi dilakukan pada 13 Juli 1992. Dia mengungkapkan pencapaian rekor kapitalisasi pasar tertinggi tersebut membuktikan bahwa perdagangan efek di BEI semakin prospektif dan semakin likuid.

     

    "BEI berharap nilai kapitalisasi pasar dapat terus tumbuh, yang sejalan dengan peningkatan level Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sehingga dapat memberikan imbal hasil bagi para investor di pasar modal Indonesia," tulisnya dalam keterangan resmi dikutip di laman bisnis.com, Sabtu 18 Maret 2017.

     

    Sebelumnya, BEI mencatatkan kapitalisasi pasar tertinggi pada 8 November 2016 yakni sebesar Rp5.918,56 triliun. Atas pencapaian ini, sambungnya, BEI akan terus berupaya untuk menjadi pasar modal terbesar di Asia Tenggara pada 2020 mendatang. 

     

    BISNIS.COM

     

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).