Menteri Darmin Sebut Dampak Kenaikan Fed Fund Rate Sementara

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution dalam Mandiri Investment Forum 2017 di Fairmont Hotel, Jakarta, Rabu, 8 Februari 2017. Tempo/Angelina Anjar

    Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution dalam Mandiri Investment Forum 2017 di Fairmont Hotel, Jakarta, Rabu, 8 Februari 2017. Tempo/Angelina Anjar

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution tidak terlalu khawatir dengan dampak kenaikan suku bunga acuan Bank Sentral Amerika Serikat (Fed Fun Rate).

    "Itu kan yang bikin orang lain, tentu saja mesti ada pengaruhnya. Tapi kita tidak memperhitungkan terlalu lama, sementara saja," ujar Darmin, saat ditemui di kantornya, di Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis, 16 Maret 2017.

    Baca: BI Waspadai Kenaikan Fed Rate Maret

    Terlebih ucap Darmin, kenaikan Fed Fund Rate hanya sebesar 25 basis poin (bps)
    dari sebelumnya 0,75 persen menjadi 1 persen. "Kalau 0,25 ya nggak akan besar."

    Darmin berujar meskipun Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) berencana menaikkan Fed Fund Rate sebanyak dua kali lagi tahun ini, tidak menimbulkan kekhawatiran besar. "Ya, selama ekonomi kita oke-oke aja."

    Seperti dilansir dari Reuters, kenaikan suku bunga The Fed itu merupakan yang kedua kalinya dalam kurun waktu tiga bulan terakhir. Pengambilan keputusan itu di antaranya didorong oleh pertumbuhan ekonomi AS yang stabil, data lapangan pekerjaan yang membaik, serta keyakinan angka inflasi akan mencapai target yang disasar oleh The Fed, yaitu sebesar 2 persen.

    Simak: Suku Bunga Sulit Single Digit Jika Fed Rate Naik

    Kenaikan Fed Fund Rate sebesar 25 bps ini juga disebut sebagai salah satu langkah paling meyakinkan untuk mengembalikan kebijakan moneter Amerika Serikat ke arah yang lebih normal. Selain itu, kenaikan ini juga sejalan dengan janji kampanye Presiden Donald Trump yang kala itu yang menginginkan suku bunga acuan AS disesuaikan lagi agar lebih kompetitif.

    Sementara itu, kenaikan Fed Fund Rate telah menjawab ekspektasi dan harapan pelaku pasar. Kenaikan ini disebut telah diperkirakan sebelumnya, sehingga diharapkan tidak terlalu menimbulkan efek kejutdi pasar sebagai imbas keputusan itu.

    Sebelumnya, Gubernur Bank Indonesia Agus D.W. Martowardojo mengatakan secara umum The Fed kemungkinan akan menaikkan Fed Fund Rate pada pertengahan Maret ini.

    Baca: Fed Rate Naik, Suku Bunga BI Diperkirakan Tetap

    "Probability bukan 94 persen tapi malah sudah 100 persen, diperkirakan akan naik 25 persen," ujar Agus di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat, 10 Maret 2017.

    Keputusan itu akan disampaikan The Fed saat menggelar rapat rutin bulanan (FOMC Meeting) pada 14-15 Maret 2017. Agus menuturkan keputusan itu akan menyebabkan penguatan dolar Amerika Serikat dan membuat mata uang negara lain termasuk Indonesia akan sedikit melemah.

    GHOIDA RAHMAH



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.