Fed Rate Naik, Suku Bunga BI Diperkirakan Tetap  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Bank Indonesia (BI). TEMPO/Imam Sukamto

    Ilustrasi Bank Indonesia (BI). TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengamat ekonomi dari Institute for Development of Economics and Finance, Eko Listiyanto, memperkirakan Bank Indonesia tidak akan menaikkan suku bunga dalam Rapat Dewan Gubernur hari ini. Eko menyebutkan bank sentral akan mempertahankan suku bunga meskipun suku bunga bank sentral Amerika Serikat atau Fed Fund Rate (FFR) naik.

    Menurut Eko, BI 7-Days Reverse Repo Rate akan tetap di level 4,75 persen. "Pertimbangannya, meskipun sejak awal Maret isu kenaikan FFR sangat mungkin terjadi di tengah bulan ini, rupiah cukup stabil," kata Eko saat dihubungi, Kamis, 16 Maret 2017.

    Selain itu, Eko menuturkan, suku bunga BI akan tetap karena kenaikan cadangan devisa pada Februari mendorong optimisme pasar terhadap stabilitas nilai tukar rupiah sehingga tidak terancam dengan arus modal keluar atau capital outflow. "Inflasi pun masih dalam target BI, yakni di level 3,83 persen," ujarnya.

    Menurut Eko, fundamental ekonomi dalam negeri saat ini cukup kuat. Dia khawatir, apabila BI terlalu berlebihan merespons kenaikan FFR, stimulus terhadap perekonomian menjadi berkurang. "Malah akan mengganggu upaya menjaga optimisme perekonomian," tuturnya.

    Kemarin, Bank sentral Amerika Serikat memutuskan menaikkan suku bunga acuannya, Fed Fund Rate (FFR), sebesar 25 basis poin. FFR yang semula berada di level 0,75 persen naik menjadi 1 persen. Kenaikan itu merupakan kedua kalinya dalam kurun waktu tiga bulan terakhir.

    Kenaikan FFR itu didorong pertumbuhan ekonomi Amerika yang stabil, data lapangan pekerjaan yang membaik, serta keyakinan angka inflasi akan mencapai target The Fed sebesar 2 persen. Kenaikan ini juga salah merupakan satu langkah untuk mengembalikan kebijakan moneter Amerika ke arah yang lebih normal.

    Kenaikan FFR telah diperkirakan sebelumnya sehingga diharapkan tidak terlalu menimbulkan efek kejut di pasar. The Fed menyatakan kenaikan FFR selanjutnya akan dilakukan bertahap. Tahun ini, The Fed akan kembali menaikkan FFR dua kali. Pada 2018, FFR akan naik tiga kali.

    ANGELINA ANJAR SAWITRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.