Sejumlah Perusahaan Asuransi Jajaki Bisnis Dana Pensiun  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • (ki-ka), President Director PT Asuransi Jiwa Sequis Life Tatang Widjaja, Vice President Director PT AIA Financial Suhendra Menon, Chief Executive Officer (CEO) Asuransi Cigna Christine Setiabudi, Direktur Konsumer PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) Darmadi Sutanto, Executive Vice President, Product Management BNI Dyah Hindraswarini dan Chief Executive Officer (CEO) BNI Life Junaedy Ghanie usai penandatanganan kerjasama dengan empat perusahaan asuransi di Jakarta, Rabu (11/4). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    (ki-ka), President Director PT Asuransi Jiwa Sequis Life Tatang Widjaja, Vice President Director PT AIA Financial Suhendra Menon, Chief Executive Officer (CEO) Asuransi Cigna Christine Setiabudi, Direktur Konsumer PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) Darmadi Sutanto, Executive Vice President, Product Management BNI Dyah Hindraswarini dan Chief Executive Officer (CEO) BNI Life Junaedy Ghanie usai penandatanganan kerjasama dengan empat perusahaan asuransi di Jakarta, Rabu (11/4). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.COJakarta - Sejumlah perusahaan asuransi berminat masuk ke bisnis dana pensiun di Indonesia. Hal ini seiring dengan aturan teranyar yang dirilis Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

    Beleid yang dimaksud adalah Peraturan Nomor 5/POJK.05/2017 tentang Iuran, Manfaat Pensiun, dan Manfaat Lain yang Diselenggarakan oleh Dana Pensiun. Wakil Ketua Perkumpulan Dana Pensiun Lembaga Keuangan (P-DPLK) Nur Hasan Kurniawan menjelaskan, regulasi anyar yang ditetapkan otoritas per 1 Maret 2017 itu membuka peluang baru bagi pelaku usaha dana pensiun.

    Menurut Nur Hasan, saat ini sejumlah perusahaan asuransi jiwa telah mempersiapkan diri untuk mendirikan DPLK untuk menangkap peluang bisnis baru yang muncul dengan adanya
    aturan tersebut. “Banyak hal yang lebih positif. Ini menyebabkan sudah ada empat asuransi jiwa yang tertarik bikin DPLK,” ujarnya kepada Bisnis, Selasa, 14 Maret 2017.

    Nur Hasan mengatakan sejumlah poin baru dalam aturan tersebut bakal meningkatkan daya saing sektor DPLK dan dana pensiun pemberi kerja (DPPK) yang menyelenggarakan program pensiun iuran pasti (PPIP) di industri keuangan nonbank (IKNB). POJK itu memperkenalkan program pengelolaan manfaat pensiun sesuai dengan usia kelompok peserta atau lifecycle fund bagi DPLK dan DPPK PPIP. Hal tersebut sampai saat ini belum ditawarkan oleh perusahaan asuransi jiwa.

    DPLK dan DPPK PPIP, kata Nur Hasan, juga diminta menggunakan metode nilai aset netto per unit atau unit pricing dalam penilaian investasi. Ketetapan itu akan memberikan kesetaraan dalam hal penilaian investasi bagi peserta.

    BISNIS.COM



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    New Normal, Cara Baru dalam Bekerja demi Menghindari Covid-19

    Pemerintah menerbitkan panduan menerapkan new normal dalam bekerja demi keberlangsungan dunia usaha. Perlu juga menerapkan sejumlah perlilaku sehat.