Gantikan Asmawi Syam, Suprajarto Jadi Direktur Utama BRI  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suprajarto. ANTARA

    Suprajarto. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) Suprajarto ditunjuk menjadi Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) yang baru. Penunjukan tersebut diputuskan dalam rapat umum pemegang saham (RUPS) hari ini, Rabu, 15 Maret 2017.

    Sekretaris Perusahaan BRI Hari Siaga membenarkan bahwa Suprajarto resmi menggantikan Asmawi Syam sebagai bos bank pelat merah beraset Rp 1.003 triliun tersebut. "Benar," kata Hari saat dihubungi Tempo melalui pesan pendek.

    Baca: Suprajarto Disebut Jadi Direktur Utama BRI yang Baru

    Menurut Hari, RUPS BRI hari ini juga menunjuk Indra Utoyo sebagai Direktur Operasional BRI menggantikan Zulhelfi Abidin. Selain itu, Adrinof Chaniago ditunjuk sebagai Komisaris Utama BRI. "Komisaris Ahmad Fuad digantikan Nicolaus Teguh Budi Harjanto," ucap Hari.

    Sebelumnya, nama Suprajarto memang telah santer diberitakan menjadi Direktur Utama BRI. Pagi tadi, sumber Tempo di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan Suprajarto ditunjuk menjadi bos bank yang berfokus pada segmen bisnis usaha kecil-menengah tersebut.

    Selain Suprajarto, nama-nama lain beredar sebagai kandidat Direktur Utama BRI, seperti Direktur Utama Perusahaan Umum Bulog Djarot Kusumayakti, Wakil Direktur Utama BRI Sunarso, Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Sulaiman Arif Arianto, dan Direktur BRI Randi Anto.

    Simak: Sepanjang 2016 BRI Salurkan KUR Rp 69,4 Triliun

    Sesuai dengan peraturan perundang-undangan, Menteri Badan Usaha Milik Negara mengusulkan calon Direktur Utama BRI kepada tim penilai akhir untuk diputuskan. Tim ini terdiri atas presiden, wakil presiden, Menteri Keuangan, Menteri BUMN, dan Sekretaris Kabinet.

    ANGELINA ANJAR SAWITRI



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    30 Kursi Pejabat BUMN dan Pemerintah Diisi Perwira Polisi

    Sebagian dar 30 perwira polisi menduduki jabatan penting di lembaga pemerintah. Sebagian lainnya duduk di kursi badan usaha milik negara alias BUMN.