Jasa Marga Bagikan Dividen Rp 566,79 Miliar  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk, dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan 2017, yang digelar Rabu, 15 Maret 2017, memutuskan membagikan dividen kepada pemegang saham sebesar 30 persen dari laba bersih perseroan pada 2016 senilai Rp 566,79 miliar.

    Perseroan berhasil membukukan laba bersih Rp 1,89 triliun atau meningkat 28,8 persen dari 2015 sebesar Rp 1,47 triliun. Pencapaian laba bersih ini didukung pencapaian pendapatan tol dan usaha lain sebesar Rp8,83 triliun atau tumbuh 15,7 persen dibanding pada 2015.

    Baca: Jasa Marga Gelar Operasi Tertib Muatan di Jalan Tol ...

    Hingga 2016, emiten pelat merah ini telah mengoperasikan 593 kilometer jalan tol. Hingga 2019, perseroan juga menargetkan pertumbuhan angka jalan tol operasi menjadi 1.260 kilometer.

    Dalam RUPS juga diputuskan perubahan susunan pengurus perseroan. Antara lain memberhentikan dengan hormat Taufik Widjoyono (Komisaris) digantikan dengan Sugihardjo. Selain itu, M. Najib Fauzan (Direktur Operasi I) digantikan dengan M. Sofyan, Christiantio Prihambodo (Direktur SDM dan Umum) digantikan Kushartanto Koeswiranto, serta Anggiasari (Direktur Keuangan/Independen) digantikan Donny Arsal.

    Dengan demikian, susunan dan jabatan dewan komisaris serta direksi perseroan sebagai berikut ini.

    Dewan Komisaris
    Komisaris Utama/Independen: Refly Harun
    Komisaris: Boediarso Teguh Widodo
    Komisaris: Sugihardjo
    Komisaris Independen: Sigit Widyawan
    Komisaris: Muhammad Sapta Murni
    Komisaris: Agus Suharyono

    Dewan Direksi
    Direktur Utama: Desi Arryani
    Direktur Pengembangan: Hasanudin
    Direktur Operasi I: Mohammad Sofyan
    Direktur Operasi II: Subakti Syukur
    Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum: Kushartanto Koeswiranto
    Direktur Keuangan: Donny Arsal

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).