Mulai 1 April, Taksi Online Punya Batas Harga  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ratusan armada taksi konvensional terparkir di taman parkir Abu Bakar Ali, Kota Yogyakarta, 17 Februari 2017. Ratusan pengemudi taksi menggelar aksi demo dengan berjalan kaki menuntut penindakan angkutan penumpang berplat hitam yang beroperasi secara online. TEMPO/Pius Erlangga

    Ratusan armada taksi konvensional terparkir di taman parkir Abu Bakar Ali, Kota Yogyakarta, 17 Februari 2017. Ratusan pengemudi taksi menggelar aksi demo dengan berjalan kaki menuntut penindakan angkutan penumpang berplat hitam yang beroperasi secara online. TEMPO/Pius Erlangga

    TEMPO.COJakarta - Pemerintah akan mengatur tarif termurah taksi berbasis aplikasi online bulan depan. Ketentuan itu terdapat dalam revisi peraturan Menteri Perhubungan tentang penyelenggaraan angkutan orang dengan kendaraan bermotor umum tidak dalam trayek yang berlaku mulai 1 April mendatang. 

    “Nanti ada tarif batas atas dan batas bawah,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Pudji Hartanto di kantornya, Selasa, 14 Maret 2017, seperti dimuat dalam Koran Tempo, 15 Maret 2017.

    Baca: Pemerintah Akan Tempel Stiker Biru di Taksi Online

    Organisasi Angkutan Darat (Organda) pernah memprotes tidak adanya aturan tarif batas bawah taksi berbasis aplikasi online. Walhasil, taksi jenis baru ini leluasa menerapkan tarif jauh lebih murah dibanding taksi biasa. Menurut Pudji, peraturan ini dibuat agar tidak ada polemik lagi. “Atau agar tidak ada hal yang memicu perusahaan taksi konvensional gulung tikar,” katanya.

    Nantinya, pemerintah daerah menetapkan tarif batas bawah dan atas taksi online. Menurut Pudji, sebelum menetapkan tarif ini, pemerintah akan menggelar dialog dengan perusahaan penyedia aplikasi serta koperasi atau badan usaha penyedia armada. “Tarif akan ditentukan bersama.”

    Baca: Ini Perbedaan uberPOOL dan GrabShare

    Pudji mengklaim koperasi atau badan usaha mitra perusahaan aplikasi sudah setuju menerapkan tarif batas bawah dan atas. Selama uji publik revisi peraturan menteri yang pertama dan kedua, kata Pudji, lembaganya tidak mendapat pernyataan keberatan secara tertulis dari perusahaan aplikasi transportasi. “Ini sudah uji publik kedua,” ujarnnya. Dengan ketentuan itu, kemungkinan besar tarif taksi online akan berbeda di setiap daerah.

    KHAIRUL ANAM | REZKI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).