Hari Ini Terakhir Garuda Travel Fair untuk Korporasi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung mendatangi salah satu stand pada pameran Garuda Indonesia Travel Fair 2017 di Jakarta Convention Centre, Jakarta, 12 Maret 2017. Garuda Indonesia Travel Fair (GATF) 2017 mengusung tema 'Digital Experience' ini diselenggarakan untuk mempromosikan pariwisata domestik dan mancanegara. TEMPO/Fajar Januarta

    Pengunjung mendatangi salah satu stand pada pameran Garuda Indonesia Travel Fair 2017 di Jakarta Convention Centre, Jakarta, 12 Maret 2017. Garuda Indonesia Travel Fair (GATF) 2017 mengusung tema 'Digital Experience' ini diselenggarakan untuk mempromosikan pariwisata domestik dan mancanegara. TEMPO/Fajar Januarta

    TEMPO.CO, Jakarta - Setelah sukses menyelenggarakan Garuda Indonesia Travel Fair (GATF) 2017, Garuda Indonesia untuk pertama kalinya menggelar kegiatan travel fair yang khusus ditujukan untuk pasar korporasi.

    Travel fair ini melibatkan hingga 1.000 potential corporate buyers guna memperkuat pasar korporasi sekaligus memaksimalkan peran travel agent sebagai mitra strategis dalam pengembangan channel distribusi penjualan Garuda Indonesia. Garuda Indonesia Corporate Travel Fair (GCTF) 2017 bekerjasama dengan RajaMICE yangberlangsung pada 14 - 15 Maret 2017 di Hotel Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta.

    Vice President Corporate Communications Garuda Indonesia Benny S. Butarbutar mengatakan, pelaksanaan GCTF 2017 tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk terus mengedepankan sinergi dengan stakeholder terkait, dalam hal ini travel agent sebagai mitra strategis perusahaan dalam pengembangan channel distribution penjualan perusahaan.

    “Pasar korporasi merupakan pangsa pasar yang sangat potensial bagi kami. Kami optimistis dapat menargetkan pertumbuhan pasar korporasi 15 persen dengan total transaksi pendapatan Rp 100 miliar pada GCTF 2017 ini,” kata Benny.

    Baca
    Kapal Tabrak Terumbu Karang Raja Ampat, Ini Langkah Menteri Susi
    Pansel OJK Tekankan Integritas Kandidat
    Bisnis Payroll, Bank Mandiri Kembangkan Konsep Banking at Work
    Pembukaan Data Nasabah Bank untuk Pajak Dipercepat

    Benny menuturkan, sejalan dengan perkembangan pasar korporasi yang kian menjanjikan, kedepannya event GCTF ini akan menjadi event tahunan yang akan meningkatkan kontribusi revenue dari segmen bisnis melalui penjualan grup insentif dan individual (termasuk staf dan keluarga/kerabat) corporate partner.

    Sejumlah kegiatan event travel fair, menurut Benny, wujud dukungan Garuda Indonesia terhadap industri pariwisata nasional. Kegiatan travel fair Garuda Indonesia diantaranya GATF, Garuda Indonesia Online Travel Fair (GOTF), dan kini GCTF.

    Chief Executive Officer RajaMICE Panca R. Sarungu mengatakan, pengeluaran perusahaan untuk travel korporasi dan MICE memberikan pendapatan industri pariwisata serta destinasi mencapai 5 kali dibandingkan dengan perjalanan wisata leisure. "Kami harapkan GCTF yang pertama kali ini mendukung target pemerintah 15 juta turis mancanegara dan 265 juta pergerakan turis domestik nusantara," katanya.

    Dia menerangkan, GCTF 2017 akan dihadiri oleh berbagai travel agent terbaik di Jakarta, termasuk travel agent untuk umroh, hotel, dan National Tourist Office (NTO). GCTF juga mengundang berbagai top agent dan hosted buyer dari luar negeri, seperti Korea, Jepang, Malaysia, Singapura, Thailand, Hongkong, India, Australia, dan Cina. Mereka akan  pertemukan dengan para seller dometik yang terdiri dari travel agent, hotel, dan beberapa instansi dari Dinas Pariwisata Daerah.

    GCTF 2017 menggandeng Bank Mandiri sebagai Official bank partner. Menurut SVP Credit Cards Bank Mandiri Vira Widiyasari, Bank Mandiri menawarkan cashback hingga Rp 1 juta dan program fiestapoin, berupa tambahan diskon hingga 50 persen untuk minimal transaksi Rp 1 juta per transaksi di seluruh agen perjalanan.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).