Fed Naikkan Suku Bunga, Rupiah Terdepresiasi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Nilai tukar rupiah ditutup melemah 0,10% atau 14 poin ke Rp13.370 per dolar AS seiring pergerakan IHSG pada penutupan perdagangan hari ini, Selasa (14 Maret 2017).

    “Pelemahan rupiah terhadap dolar AS disebabkan oleh adanya kepastian dari Gubernur the Fed Janet Yellen dalam menaikkan tingkat suku bunga acuan sebesar 25 basis poin,” kata M. Nafan Aji Gusta Utama, Analis Binaartha Sekuritas saat dihubungi hari ini, Selasa (14 Maret 2017).

    Hal inilah, ujarnya,  yang membuat dolar AS terapresiasi terhadap mata uang lainnya, termasuk rupiah.

    “Beruntung pengumuman tentang hasil cadangan devisa RI yang naik di atas ekspektasi pasar memberikan efek positif bagi rupiah, agar tidak mengalami pelemahan yang signifikan,” kata Nafan.

    Dia mengemukakan jika dilihat dari daily chart, pergerakan rupiah terhadap dolar AS masih sideways dengan kecenderungan melemah.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.