Gaslink, Pendistribusian Gas PGN Tanpa Pipa

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja melakukan pengecatan pipa gas milik PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) di Jakarta, 12 Agustus 2016. PT PGN telah membangun dan mengoperasikan pipa gas bumi lebih dari 7.100 kilometer, atau setara 76 persen pipa gas bumi di seluruh Indonesia. ANTARA/Rivan Awal Lingga

    Pekerja melakukan pengecatan pipa gas milik PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) di Jakarta, 12 Agustus 2016. PT PGN telah membangun dan mengoperasikan pipa gas bumi lebih dari 7.100 kilometer, atau setara 76 persen pipa gas bumi di seluruh Indonesia. ANTARA/Rivan Awal Lingga

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN), melalui anak usaha PT Gagas Energi Indonesia, menawarkan produk Gaslink, yang merupakan solusi pendistribusian gas tanpa melalui pipa.

    "Pelaku usaha seperti industri menengah, restoran, hotel dan lainnya kini bisa menikmati gas bumi dari PGN yang efisien dan bersih tanpa harus menunggu pembangunan pipa gas," kata Direktur Pemasaran PGN Danny Praditya dalam siaran persnya di Jakarta, Selasa (14 Maret 2017).

    Ia mengungkapkan, melalui Gaslink, gas bumi diproses menjadi produk terkompresi (compressed natural gas/CNG) dan didistribusikan dengan kendaraan bermotor langsung ke pelanggan.

    "Langkah ini sebagai cara PGN untuk mendistribusikan gas bumi untuk wilayah-wilayah yang belum ada pipa gas buminya," kata Danny.

    Sementara itu, Direktur Utama Gagas Energi Indonesia Ahmad Cahyadi menambahkan, sejak awal 2016, Gaslink mulai aktif ditawarkan ke masyarakat.

    "Saat ini, sudah cukup banyak industri, hotel hingga restoran menggunakan CNG Gaslink, karena pelanggan dapat menghemat lebih dari 20 persen dibandingkan pemakaian elpiji," ujarnya.

    Ia mencontohkan, beberapa pelanggan CNG Gaslink adalah Hotel Dharmawangsa, Hotel Somerset, Restoran Ayam Goreng Suharti, Top Yammie, dan Kimia Farma.

    Menurut Cahyadi, pelanggan Gaslink memang diarahkan ke usaha komersial baik hotel, kafe dan restoran serta industri-industri skala menengah.

    Selain Gaslink, PGN Gagas Energi, lanjutnya, juga memiliki produk Gasku.

    Dengan Gasku, PGN menyediakan pasokan bahan bakar gas (BBG) baik di SPBG permanen maupun bergerak (mobile refueling unit/MRU) hingga penyediaan "converter kit" untuk kendaraan bermotor.

    "Melalui Gasku, PGN menawarkan layanan kepada badan usaha milik negara ataupun swasta, instansi pemerintah, pemerintah daerah, dan badan nonprofit yang ingin menggunakan BBG untuk kendaraan dinasnya, dapat bekerja sama dengan PGN dari penyediaan kendaraan, penyediaan dan instalasi converter kit, penyediaan BBG beserta infrastruktur yang dibutuhkan, dan juga after-sales service," kata Cahyadi.

    Danny menambahkan, PGN saat ini telah bertransformasi tidak hanya sebagai perusahaan jasa pendistribusian gas bumi saja, melainkan sebagai perusahaan yang memberikan solusi penyediaan energi terintegrasi di seluruh mata rantai pemanfaatan gas bumi di Indonesia.

    Dengan konsep 360 "degree solution", PGN sebagai penyedia solusi terintegrasi pemanfaatan gas bumi yang menyeluruh mulai dari penyediaan gas bumi, solusi infrastruktur gas, utilisasi gas serta jasa pendukung seperti jasa operasi dan pemeliharaan, sistem ICT terintegrasi, hingga layanan "engineering".

    "Solusi menyeluruh dalam siklus pemanfaatan gas bumi," katanya.

    Menurut dia, dengan 360 degree solution, PGN dapat memberikan layanan dari hulu hingga hilir, mampu menyediakan solusi penyediaan energi mulai dari tenaga listrik, peralatan gas bumi, operasi dan pemeliharaan sistem pemanfaatan gas bumi melalui pipa gas, LNG, dan CNG.

    "Sebagai contoh, Hotel Dharmawangsa ingin sekali pakai gas bumi, tapi pipa gas bumi belum sampai ke wilayahnya, maka kami memberikan solusi dengan memasok gas bumi melalui CNG Gaslink dari Gagas Energi Indonesia," kata Danny.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.