Jokowi Mulai Proses Redistribusi Aset dan Reforma Agraria

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (kedua kanan) berbincang dengan PM Australia Malcom Turnbull (kanan), Presiden Afrika Selatan Jacob Zuma (kedua kiri) dan Presiden Sri Lanka Maithripala Sirisena (kiri) sebelum mengikuti acara pembukaan KTT Indian Ocean Rim Association (IORA) ke-20 Tahun 2017 di Jakarta Convention Centre, Senayan, Jakarta, 7 Maret 2017. ANTARA/IORA SUMMIT 2017/Widodo S. Jusuf

    Presiden Joko Widodo (kedua kanan) berbincang dengan PM Australia Malcom Turnbull (kanan), Presiden Afrika Selatan Jacob Zuma (kedua kiri) dan Presiden Sri Lanka Maithripala Sirisena (kiri) sebelum mengikuti acara pembukaan KTT Indian Ocean Rim Association (IORA) ke-20 Tahun 2017 di Jakarta Convention Centre, Senayan, Jakarta, 7 Maret 2017. ANTARA/IORA SUMMIT 2017/Widodo S. Jusuf

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo akan menindaklanjuti redistribusi aset dan Reforma Agraria guna mengurangi kesenjangan ekonomi.

    Jokowi mengatakan, ‎rencana tersebut dibahas saat acara pertemuan dengan pimpinan seluruh lembaga negara seperti DPR, MPR, DPD, Mahkamah Agung, Mahkamah Konstitusi, Badan Pemeriksa Keuangan, dan Komisi Yudisial.

    BacaPertamina Keluhkan Pembangunan SPBG di SPBU

    "Kami akan mulai bagikan konsesi kepada rakyat, adat, koperasi, pondok pesantren, serta mempercepat pembagian sertifikat-sertifikat kepada masyarakat yang belum memilikinya," kata Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa, 14 Maret 2017.

    SimakKapal Tabrak Terumbu Karang Raja Ampat, Ini Langkah Menteri Susi

    Melalui pertemuan tersebut, pihaknya ingin membangun kebersamaan dan rasa optimisme terhadap seluruh program yang telah dan akan dilakukan oleh pemerintah. Program tersebut yakni kebijakan pemerataan ekonomi yang berkaitan dengan kesenjangan sosial dan ekonomi.

    Melalui program tersebut, Jokowi melanjutkan, masyarakat mempunyai jaminan yang bisa dimanfaatkan sebagai akses permodalan ke perbankan. Saat ini pemerintah telah menyiapkan 12,7 juta hektare lahan melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, serta 9 juta hektare melalui Badan Pertanahan Nasional.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peranan Penting Orang Tua dalam Kegiatan Belajar dari Rumah

    Orang tua mempunyai peranan yang besar saat dilaksanakannya kegiatan belajar dari rumah.