Februari, Adhi Karya Capai Kontrak Baru Senilai Rp 21 Triliun

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo berbincang dengan Direktur Utama Adhi Karya Kiswodarmawan saat meresmikan proyek pembangunan tahap I Kereta Api Ringan/Light Rail Transit (LRT) di Pintu Tol Taman Anggrek, TMII, Jakarta, 9 September 2015. Pembangunan LRT ini terdiri atas dua tahap dengan total panjang 83,6 km yang masing-masing terdiri dari tiga lintas pelayanan. Tempo/ Aditia Noviansyah

    Presiden Joko Widodo berbincang dengan Direktur Utama Adhi Karya Kiswodarmawan saat meresmikan proyek pembangunan tahap I Kereta Api Ringan/Light Rail Transit (LRT) di Pintu Tol Taman Anggrek, TMII, Jakarta, 9 September 2015. Pembangunan LRT ini terdiri atas dua tahap dengan total panjang 83,6 km yang masing-masing terdiri dari tiga lintas pelayanan. Tempo/ Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Adhi Karya (Persero) Tbk hingga akhir Februari 2017 berhasil mencapai kontrak baru senilai Rp 21 triliun. Realisasi kontrak baru di bulan Februari 2017 antara lain proyek Light Rail Transit (LRT) atau kereta api ringan Jabodetabek senilai Rp 19,5 triliun dan TBS Asiana Rp 250 miliar melalui anak perusahaan PT Adhi Persada Gedung.

    "Lainnya merupakan pembangunan Pabrik Obat (Pharma II) PT Kimia Farma (Persero) Tbk senilai Rp 117,2 miliar," kata Direktur Utama Adhi Karya, Budi Harto, di Kantornya, Jumat, 10 Maret 2017.

    Baca: OJK: Bank Wakaf Lebih Tepat Disebut Modal Ventura

    Budi menjelaskan, kontribusi per lini bisnis pada perolehan kontrak baru sampai Februari 2017 didominasi oleh lini bisnis konstruksi sebesar 99,3 persen dan sisanya merupakan lini bisnis lainnya.

    Sementara berdasarkan segmentasi sumber dana, Budi mengungkapkan, realisasi kontrak baru terdiri dari swasta sebanyak 3 persen, BUMN tercatat 3,3 persen, sementara APBN/APBD sebesar 93,7 persen.

    Simak: Gubernur BI Yakin Fed Rate Naik Pertengahan Maret Ini

    Sedangkan pada tipe pekerjaan, perolehan kontrak baru terdiri dari pekerjaan gedung sebanyak 4,6 persen, jalan dan jembatan 1,6 persen, sedangkan infrastruktur lainnya sebesar 93,8 persen.

    Tahun ini, lanjut Budi, Adhi Karya menargetkan pendapatan melalui kontrak baru sebesar Rp 43 triliun. Target itu akan diperoleh dari kontrak Light Rapid Transit (LRT) senilai Rp 23 triliun dan sisanya Rp 21 triliun dari kontrak proyek lain.

    Beberapa proyek lain yang sedang dipersiapkan, menurut Budi di antaranya rumah susun di Jakarta, pembangunan Gedung Jayanti, Rumah Sakit Swasta di Bintaro, dan beberapa stasiun kereta di Bekasi, Jakarta dan Tangerang.

    Hari ini Adhi Karya melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST). RUPST ini mengagendakan persetujuan laporan tahunan termasuk pengesahan laporan keuangan serta laporan tugas pengawas dewan komisaris dan pengesahan laporan program kemitraan dan bina lingkungan tahun buku 2016, penetapan penggunaan laba bersih perseroan tahun 2016.

    TONGAM SINAMBELA | WP


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemendikbud, yang Diperhatikan Saat Murid Belajar dari Rumah

    Solusi menghambat wabah Covid-19 diantaranya adalah belajar dari rumah dengan cara menghentikan sekolah biasa dan menggantinya dengan sekolah online.