Kurs Rupiah Melemah Lagi Jadi Rp 13.365 per Dolar AS

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas money changer menghitung mata uang dolar. Rupiah semakin tertekan terhadap nilai tukar dolar Amerika Serikat, di level Rp14.060 per Dolar AS. Jakarta, 25 Agustus 2015. TEMPO/Subekti

    Petugas money changer menghitung mata uang dolar. Rupiah semakin tertekan terhadap nilai tukar dolar Amerika Serikat, di level Rp14.060 per Dolar AS. Jakarta, 25 Agustus 2015. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Nilai tukar rupiah dalam transaksi antarbank di Jakarta pada Kamis pagi melemah, turun 42 poin menjadi Rp 13.365 per dolar AS. "Pertambahan tenaga kerja AS versi ADP (Automatic Data Processing Inc) menunjukkan kenaikan sehingga mendorong penguatan dolar AS," kata ekonom Samuel Sekuritas Rangga Cipta.

    Jika data tersebut akhir pekan ini diikuti perbaikan data tenaga kerja nonpertanian (maka potensi dolar AS melanjutkan penguatan semakin terbuka. "Data tenaga kerja itu juga akan memicu kenaikan suku bunga Fed dalam Federal Open Market Committee (FOMC) pada 14-15 Maret 2017 ini," katanya.

    Baca: Nilai Tukar Rupiah Melemah Dua Poin

    Kendati demikian, dia menjelaskan, indeks keyakinan konsumen Indonesia yang naik pada Februari 2017 memberikan harapan bagi pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat pada kuartal pertama 2017 dan itu bisa menjaga nilai tukar rupiah.

    Survei Konsumen Bank Indonesia mengindikasikan peningkatan optimisme konsumen, dengan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Februari 2017 tercatat 117,1; lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang tercatat 115,3.

    Baca: Kurs Rupiah Masih Tertekan, Terpengaruh Amerika?

    Pengamat pasar uang Bank Woori Saudara Indonesia Tbk Rully Nova mengatakan sentimen eksternal  menjadi faktor dominan yang mempengaruhi pergerakan rupiah. Sentimen dari dalam negeri yang masih cukup positif diharapkan bisa mengimbangi efek faktor eksternal dalam jangka panjang.

    "Cadangan devisa yang meningkat, neraca perdagangan yang surplus, defisit transaksi berjalan yang menurun merupakan sentimen positif domestik yang dapat menjaga rupiah dalam jangka panjang," katanya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.