Kontrak Baru WIKA Tembus Rp 13,32 Triliun  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dari kiri: Menteri PU PR Basuki Hadimoeljono,  Gubernur DKI Jakarta Ahok, Presiden Jokowi dan Direktur Utama PT Wijaya Karya Bintang Perbowo meninjaua proyek pengembangan Simpang Susun Semanggi, Jakarta, 23 Februari 2017.  Jalan yang bertujuan mengurangi kemacetan di kawasan tersebut mulai bisa dioperasikan Agustus 2017. TEMPO/Subekti

    Dari kiri: Menteri PU PR Basuki Hadimoeljono, Gubernur DKI Jakarta Ahok, Presiden Jokowi dan Direktur Utama PT Wijaya Karya Bintang Perbowo meninjaua proyek pengembangan Simpang Susun Semanggi, Jakarta, 23 Februari 2017. Jalan yang bertujuan mengurangi kemacetan di kawasan tersebut mulai bisa dioperasikan Agustus 2017. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk mencatatkan perolehan kontrak baru Rp 13,32 triliun memasuki awal bulan ketiga 2017. Jumlah tersebut sekitar 30,80 persen dari target kontrak baru yang telah ditargetkan emiten berkode saham WIKA itu pada tahun ini sebesar Rp 43,24 triliun.

    Direktur Keuangan WIKA Kosasih menuturkan, saat ini, perseroan memiliki kondisi keuangan yang sangat sehat. Perseroan saat ini juga sedang memproses beberapa terobosan keuangan untuk memperkuat kemampuan WIKA dalam melaksanakan proyek-proyeknya.

    Baca: Tujuh Anak Usaha BUMN Konstruksi Akan Go Public

    “Perseroan sedang memasuki tahap akhir proses kredit dan dapat dipastikan akan berhasil menggalang dana pinjaman sindikasi Rp 5 triliun dengan jangka waktu tiga tahun dan tingkat bunga yang sangat kompetitif,” ujar Kosasih di Bursa Efek Indonesia, Kamis, 9 Maret 2017.

    Baca: Lahan Hampir Tuntas, Jalan Tol Soreang-Pasirkoja Masih Molor

    Ia menambahkan, perseroan akan menindaklanjuti dengan menerbitkan obligasi perseroan untuk pertama kalinya dengan target Rp 5 triliun hingga Rp 10 triliun, dengan jangka waktu minimal 5 -10 tahun. Selain itu, menurut dia, WIKA telah mendapatkan rating perseroan yang sangat baik dari salah satu lembaga pemeringkat internasional, dan peringkat WIKA jauh di atas perusahaan-perusahaan sejenis industri. “Kami yakin obligasi kami akan memperoleh peringkat yang minimal sama atau lebih baik lagi,” ucapnya.

    DESTRIANITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.