Menteri Airlangga : Kaltara akan Jadi Pusat Pemurnian Mineral

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Desa PDTT, Eko Putro Sandjojo dan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto saat Memberikan Keterangan Pers di Gedung Kemenperin Jakarta, Jumat 3 Januari 2017. Tempo/ Tongam sinambela

    Menteri Desa PDTT, Eko Putro Sandjojo dan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto saat Memberikan Keterangan Pers di Gedung Kemenperin Jakarta, Jumat 3 Januari 2017. Tempo/ Tongam sinambela

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengemukakan bahwa Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) akan dijadikan pusat kegiatan pemurnian mineral (smelting).

    "Penambangan boleh saja di Papua, Maluku atau Indonesia Timur lainnya, tapi smelting-nya akan ada di Kaltara. Sebab, lokasinya yang strategis untuk jalur laut ke benua lainnya, misal Australia, Asia, Afrika dan Amerika," kata Airlangga usai menghadiri Kaltara Investment Forum 2017 di Jakarta, Rabu, 8 Maret 2017.

    BacaKaryawan Freeport Mengadu ke DPR, Begini Respons Fadli Zon

    Ia juga mengatakan porsi Kaltara untuk dikembangkan menjadi pusat industri masih terbuka luas, lahan juga masih ada. Bonus geografis tersebut merupakan keuntungan bagi provinsi termudah di Indonesia ini.

    Alasan yang melatarbelakangi kawasan industri tepat dikembangkan di Provinsi Kaltara, dikemukakannya, antara lain Kaltara termasuk ke dalam wilayah pengembangan industri dalam rencana induk pengembangan industri nasional 2015-2035.

    LihatLaba Bersih BEI 2016 Melonjak 192,37 Persen

    Kemudian, Airlangga mengatakan, Kaltara termasuk dalam rencana pengembangan PLTA berdaya 6.600 Mega Watt (MW). Pengembangan industri di Kaltara mencakup pembangunan kawasan industri dan pelabuhan internasional (KIPI) Tanah Kuning (infrastruktur jalan dan jembatan , pelabuhan laut serta bandara).

    Kawasan Industri Tanah Kuning telah diusulkan oleh Kementerian Perindustrian dan disetujui menjadi Proyek Strategis Nasional (PSN).

    Selanjutnya, Kaltara terletak pada lintasan Alur Laut Kepulauan Indonesia II yang merupakan lintasan perdagangan internasional dan berada pada kawasan pusat ekonomi dunia masa depan dan langsung berhadapan dengan negara tetangga.

    Saat ini potensi alumina dan bauksit di Kalimantan dan Indonesia pada umumnya belum dimanfaatkan secara optimal. Ditunjang juga dengan pembangunan PLTA di Kabupaten Bulungan yang berkapasitas 6.600 MW, diharapkan PLTA ini mampu menyediakan energi listrik yang murah dan kompetitif untuk industri, khususnya alumina dan turunannya.

    Kawasan Industri Tanah Kuning memiliki luas hingga 10.000 ha di mana industri inti yang akan dikembangkan di kawasan ini selain hilirisasi industri pengolahan mineral, adalah juga industri pengolahan kelapa sawit, kakao, dan perikanan.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.