Sokong Pertanian, Menteri Amran: Kami Bangun 30 Ribu Bendungan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyaksikan pengiriman perdana komoditas pangan strategis, di Toko Tani Indonesia Center, Ragunan, Jakarta Selatan, Senin, 6 Februari 2017. Tempo/Destrianita

    Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyaksikan pengiriman perdana komoditas pangan strategis, di Toko Tani Indonesia Center, Ragunan, Jakarta Selatan, Senin, 6 Februari 2017. Tempo/Destrianita

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah menargetkan membangun embung atau bendungan kecil sebanyak 30 ribu unit di seluruh wilayah di Indonesia dalam waktu dekat. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan pembangunan embung itu untuk menjaga stabilitas stok air untuk menyokong pertanian.

    “Kita secepatnya akan bangun itu,” ujar Amran di acara Panen Raya Padi dan Serap Gabah Petani di Desa Samberan, Kecamatan Kanor, Bojonegoro, Jawa Timur, Rabu, 8 Maret 2018.

    Baca juga: Ketahanan Pangan Indonesia Terus Membaik

    Amran menyatakan ide dasar pembangunan 30 embung berasali dari Kabupaten Bojonegoro. Musababnya, Pemerintah Kota Bojonegoro telah memproyeksikan pembangunan seribu embung yang digagas sejak delapan tahun yang lalu.

    Saat ini, sekitar 460 bendungan telah dibangun. "Atas dasar itulah, program ini diangkat di Pemerintah di tingkat nasional," ujar Amran.

    Amran menuturkan proyek 30 ribu embung ini akan segera dibahas antar departemen dalam waktu dekat. Pembahasan meliputi pemetaan daerah-daerah mana saja yang akan mendapatkan mendapatkan pembangunan embung. Daerah sulit air dan kering menjadi prioritas utama.

    Bupati Bojonegoro Suyoto mengatakan, proyek seribu embung merupakan wujud daerahnya yang menjadi lumbung pangan dan energi. Suyoto berujar hanya 15 kecamatan dari total 28 kecamatan yang memiliki kestabilan air karena dilalui sungai Bengawan Solo.

    Sebanyak 13 kecamatan lainnya terutama di Bojonegoro bagian selatan dan tenggara,  relatif sulit air. Hal ini terutama terjadi ketika musim kemarau datang.

    Simak: Mentan Dorong Kabupaten Tapin Jadi Pusat 3 Komoditas Pangan

    Sedangkan untuk pertanian, kata Suyoto, terjadi peningkatan produksi padi. Misalnya tahun 2016, mayoritas petani tanam padi tiga kali, dari kesepakatan awalnya yang hanya dua kali. Dampaknya produksi padi meningkat menjadi 1.050.000 ton atau surplus 750.000 ton padi, dari yang sebelumnya hanya ari 907.000 ton.

    SUJATMIKO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?