Sub Kemenpar Ungkap Wisata di Atas Kapal Butuh Perhatian

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wisatawan membersihkan diri di deck kapal karena terbatasnya jumlah toilet dan air tawar. TEMPO/ Nita Dian

    Wisatawan membersihkan diri di deck kapal karena terbatasnya jumlah toilet dan air tawar. TEMPO/ Nita Dian

    TEMPO.CO, Denpasar - Ketua Bidang II Tim Percepatan Pengembangan Wisata Bahari Kemenpar Aji Sularso menyarankan agar wisata live on board atau wisata di atas kapal digarap serius oleh pemerintah.

    Menurutnya, potensi wisata live on board (LOB) sangat besar di Indonesia dan selama ini belum dioptimalkan dengan baik.

    "‎Ini potensi wisata‎, terjadi kecenderungan tamu LOB masa tinggalnya meningkat rata-rata 7 hari atau 3 hari bisa menambah devisa," tuturnya di Kuta, Senin (6 Maret 2017).

    Dia menegaskan, wisata LOB akan menambah investasi modal pengadaan kapal, serta menciptakan destinasi pariwisata menjadi kelas dunia. Selain itu, pariwisata ini juga penyerapan tenaga kerja, transportasi dan memberikan kontribusi ekonomi signifikan.

    Ditegaskan , pengeluaran turis LOB rata rata cukup besar, karena tarif untuk beli paket saja US$300-500 per malam, bahkan ada US$ 1.000 per malam, dan semua mengalir di daerah.

    ‎"‎LOB makin diminati sejalan dengan meningkatnya daya beli dan infrastruktur serta akses peneberbangan, dan makin bertambahnya LOB low end," jelasnya.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.