Menteri Amran Dorong Gerakan Pemuda Tani Jawa Timur

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyaksikan pengiriman perdana komoditas pangan strategis, di Toko Tani Indonesia Center, Ragunan, Jakarta Selatan, Senin, 6 Februari 2017. Tempo/Destrianita

    Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyaksikan pengiriman perdana komoditas pangan strategis, di Toko Tani Indonesia Center, Ragunan, Jakarta Selatan, Senin, 6 Februari 2017. Tempo/Destrianita

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pertanian Amran Sulaiman dalam kunjungan kerjanya ke Jawa Timur meminta Gerakan Pemuda Tani (Gempita) wilayah Jawa Timur agar segera mengusulkan calon petani dan calon lahan (CPCL) yang akan diberikan bantuan jagung. CPCL yang digarap Gempita merupakan petani yang berasal dari unsur pemuda dan merupakan lahan tidur yang akan digarap.

    Amran mengatakan Gempita Jawa Timur telah mengumpulkan CPCL bantuan jagung seluas 50 ribu hektare. Ia pun meminta pengurus Gempita agar segera mengirim CPCL yang akan diajukan ke Kantor Pusat Kementerian Pertanian. “Segera kirim CPCLnya biar segera diproses dan bisa membantu pemerintah dalam swasembada jagung,” kata Amran dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 7 Maret 2017.

    Baca : Rating Investasi Indonesia Naik dari Stabil Jadi Positif

    Dalam kunjungannya, Amran mendorong pemuda menjadi garda terdepan berjalan bersama pemerintah untuk membangunkan lahan tidur dan memotivasi petani. Menurut dia, komitmen kalangan pemuda untuk bertani dengan menyiapkan lahan tidur, baik milik kelompok tani dan lainnya, menjadi semangat demi mewujudkan swasembada pangan. Langkah itu juga sesuai dengan semangat program nawacita, guna membantu petani memperoleh hasil panen yang lebih baik dan maksimal.

    Menurut Amran, Gempita merupakan penerus anak bangsa. Dia menilai dengan pengajuan seluas 50 ribu hektare untuk lahan jagung, akan menjadi kontribusi bagi penyediaan bahan pangan jenis jagung. Apalagi wilayah Jawa Timur menjadi pusat pemasok jagung terbesar di tingkat nasional dan bahkan siap ekspor.

    Amran menyebutkan data pada 2015, Jawa Timur memberikan kontribusi hingga 30 persen pasokan jagung nasional. Pada 2015 bisa memperoleh panen sebesar 5,2 ton per hektare dengan total luas lahan 1,2 juta hektare. Sehingga ia pun menyatakan optimistis mampu mewujudkan swasembada jagung pada 2017. Bahkan ia yakin mampu mengekspor jagung 3 juta ton ke Malaysia.

    Baca : Diskriminasi Upah, Serikat Pekerja PT Smelting Mogok Kerja

    Ketua Koordinator Wilayah Gempita Jatim, Durrul Izza Alfatawi, mengatakan instruksi dari Menteri Amran terkait segera diajukan CPCL jagung seluas 50 ribu hektar sudah ditindaklanjuti. “Kami sudah menyiapkan form pengajuan baik secara hard dan soft copy, serta akan dikirim langsung seketika itu juga,” kata Durrul. 

    Durrul menuturkan pengajuan dari CPCL merata di seluruh kabupaten kota yang ada di Jawa Timur. Artinya semangat kalangan petani muda untuk membantu menyukseskan swasembada pangan sangat tinggi. Terlebih dukungan dari pemerintah akan menjadi tambahan semangat untuk menanam jagung. 

    Ketua Koordinator Daerah Gempita Kabupaten Lamongan, Ahmad Yani, menuturkan untuk daerahnya banyak lahan tidur yang kurang produktif. Namun saat ini bisa dijadikan lahan produktif setelah ditanami jagung. Itu juga disertai dengan semangat kalangan petani muda sekitarnya, yang menyatakan siap untuk membantu swasembada jagung.

    “Peluang tanaman jagung sangat besar di Lamongan, kami bersama pemuda akan terus bekerja dan berkomitmen untuk menyukseskan swasembada jagung yang merupakan program Kementerian Pertanian,” Kata dia. 

    DANANG FIRMANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.