Ekonom Ini Perkirakan Pertumbuhan Investasi Masih Rendah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ekonom Anton Gunawan.  TEMPO/Charisma Adristy

    Ekonom Anton Gunawan. TEMPO/Charisma Adristy

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Ekonom Bank Mandiri Anton Hermanto Gunawan memprediksi, pertumbuhan investasi tahun ini berada di kisaran 6-7 persen. Investasi, belum akan tumbuh melebihi 10 persen karena investasi swasta masih wait and see dengan permintaan yang masih lemah walaupun pemerintah terus menggenjot investasi.

    Menurut Anton, pemerintah memang mendorong investasi swasta. "Cuma, swasta ini yang masih nunggu-nunggu. Salah satu faktor adalah melihat permintaan," katanya di sela-sela Indonesia-Australia Business Week di Hotel Ritz-Carlton, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa, 7 Maret 2017.

    Baca: Pemerintah Buka Kesempatan Swasta Berinvestasi di ..

    Menurut Anton, permintaan memang masih belum meningkat secara signifikan, terutama permintaan konsumen atau consumer demand. "Consumer demand memang masih agak lemah sehingga (pengusaha) mau investasi mesti nunggu dulu. Consumer confidence memang sempat naik. Tapi belakangan turun lagi," ujarnya.

    Anton menambahan, investasi pemerintah dalam pembangunan infrastruktur, terutama listrik perlu dipercepat untuk meningkatkan minat swasta berinvestasi di dalam negeri. "Mungkin perlu waktu satu hingga dua tahun sampai itu selesai sehingga menambah kapasitas untuk meningkatkan ketertarikan investasi," katanya.

    Simak: Praktisi Industri Keuangan Diharapkan Jadi Komisioner OJK

    Paket-paket kebijakan ekonomi yang diterbitkan oleh pemerintah, menurut Anton, sudah mulai terlihat efeknya, terutama terkait akuisisi tanah. Hal itu terlihat dari semakin banyaknya proyek-proyek infrastruktur yang berjalan. "Tapi deregulasi merupakan suatu puzzle. Masih banyak puzzle yang belum terisi."

    ANGELINA ANJAR SAWITRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.