Harga Cabai di Cianjur Tembus Rp 200 Ribu  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Cabai rawit merah. ANTARA/Widodo S. Jusuf

    Cabai rawit merah. ANTARA/Widodo S. Jusuf

    TEMPO.CO, Cianjur - Harga cabai di sejumlah pasar tradisional di Cianjur terus meroket, yang di tingkat pengecer sudah mencapai Rp 200 ribu per kilogram. Ironisnya, pada harga setinggi ini pun pedagang mengeluh karena nilai penjualan menurun akibat pembeli membatasi daya belinya.

    "Hari ini harga cabai di pedagang keliling Rp 10 ribu per ons, kalau beli per kilo menjadi Rp 200 ribu. Tidak beda jauh dengan pedagang di pasar tradisional yang menjual Rp 180 ribu per kilogram," kata Gina, 39 ribu, ibu rumah tangga warga Desa Nagrak, di Cianjur, Selasa, 7 Maret 2017. 

    Baca: Kartel Cabai, Ini Modus Para Tersangka

    Dia menuturkan, seiring dengan meroketnya harga cabai sejak beberapa bulan terakhir, ibu-ibu rumah tangga membatasi pembelian, bahkan ada yang mengganti cabai dengan bumbu masakan instan.

    Sejumlah pedagang di Pasar Induk Pasir Cianjur mengatakan, hingga saat ini, harga cabai masih tinggi di angka Rp 140 ribu sampai Rp 180 ribu per kilogram, karena minimnya pasokan dari tengkulak menyusul cuaca ekstrem yang melanda sebagian besar wilayah penghasil cabai. 

    Baca: Gandeng Bareskrim, KPPU Tuntaskan Praktek Kartel Cabai

    Cabai rawit merah masih Rp 140 ribu-Rp 180 ribu per kilogram, sedangkan cabai rawit hijau Rp 50 ribu per kilogram. "Jenis cabai lainnya naik-turun, seperti cabai tanjung dari Rp 40 ribu per kilogram turun menjadi Rp 23 ribu per kilogram, tapi sekarang Rp 35 ribu per kilogram," kata Hendi (35), pedagang cabai di Pasar Induk Cianjur.

    "Kami tidak tahu pasti harga mahal itu apakah dari petani atau permainan bandar karena kami pernah mendapat informasi harga dari petani tidak lebih dari Rp 50 ribu per kilogram. Kami terpaksa membeli untuk menutupi pesanan dan stok untuk berjualan," ujarnya.

    Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan Cianjur Himan Haris menilai kenaikan harga cabai rawit dan cabai lain di pasaran adalah ulah tengkulak dan pedagang nakal.

    "Kami akan kembali melakukan sidak secara acak ke sejumlah pasar yang ada di Cianjur. Pasalnya, di sejumlah pasar tersebut harga cabai berbeda-beda. Kami akan menindak tegas tengkulak, bandar, dan pedagang nakal yang mempermainkan harga," kata Himan.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peranan Penting Orang Tua dalam Kegiatan Belajar dari Rumah

    Orang tua mempunyai peranan yang besar saat dilaksanakannya kegiatan belajar dari rumah.