Enggartiasto: Potensi Negara Pesisir Terlalu Lama Diabaikan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala BKPM Thomas Trikasih Lembong, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Ketua Umum Kadin Rosan Perkasa Roeslani (ki-ka) saat Memberikan Keterangan Pers Pelaksanaan Konfrensi Tingkat Tinggi Indian Ocean Rim Association (KTT IORA) di Kantor Kemendag Jakarta, Jumat, 3 Maret 2017. Tempo/Tongam sinambela

    Kepala BKPM Thomas Trikasih Lembong, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Ketua Umum Kadin Rosan Perkasa Roeslani (ki-ka) saat Memberikan Keterangan Pers Pelaksanaan Konfrensi Tingkat Tinggi Indian Ocean Rim Association (KTT IORA) di Kantor Kemendag Jakarta, Jumat, 3 Maret 2017. Tempo/Tongam sinambela

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita, mengatakan, Asosiasi Negara-negara Pesisir Samudera Hindia (Indian Ocean Rim Association/IORA) menawarkan potensi investasi yang besar. Namun selama ini potensi tersebut sudah diabaikan terlalu lama, oleh negara-negara yang menjadi anggota IORA.

    "Potensi kawasan IORA ini diabaikan terlalu lama, padahal menawarkan potensi besar dalam hal investasi," kata Enggartiasto saat memberikan kata sambutan di Konferensi Tingkat Tinggi IORA, Jakarta Convention Center, Senin, 6 Maret 2016.

    Enggartiasto menuturkan Presiden Joko Widodo meminta agar potensi ekonomi kawasan pesisir Samudera Hindia dibuka. Dia melihat langkah Indonesia mengadakan KTT IORA sebagai langkah yang tepat, di tengah dinamika kondisi ekonomi yang cepat dan dinamis dalam beberapa tahun terakhir.

    Baca : Angkutan Barang di Papua Bakal Disubsidi

    Enggartiasto menjelaskan isu-isu yang diangkat IORA bukan isu baru, namun isu-isu itu bisa membuat globalisasi berjalan beriringan dengan prinsip ekonomi berkeadilan dan berkelanjutan. "Kami akan bahas konsep deklarasi bersama dalam memajukan ekonomi berkeadilan dan berkelanjutan,” ungkapnya.

    Menurut Enggartiasto, isu-isu khusus itu berupa pemberdayaan dan globalisasi usaha kecil menengah, pemberdayaan perempuan, dan pariwisata. Dalam pertemuan puncak, para kepala negara akan memberi arahan tentang pemerintahan yang bertumbuh secara ekonomi dan adil.

    Selain itu komunitas bisnis IORA juga dikelilingi kamar dagang dan industri yang bersepakat untuk bekerja sama erat dengan pemerintahan negara-negara anggota IORA. Sehingga nantinya antara pemerintah dan pelaku bisnis dapat bekerja sama dengan baik.

    Baca : Izin Usaha Kantor Cabang The Royal Bank of Scotland Dicabut

    IORA yang didirikan pada Maret 1997 adalah organisasi internasional yang terdiri dari negara-negara pesisir yang berbatasan langsung dengan Samudera Hindia. Tujuan dibentuknya IORA adalah untuk memperkuat kerjasama ekonomi terutama pada perdagangan dan memfasilitasi investasi serta pembangunan sosial di kawasan samudera Hindia. IORA saat ini beranggotakan 21 negara dan enam negara mitra dialog.

    Negara anggota di antaranya, Afrika Selatan, Australia, India, Indonesia, Iran, Malaysia, Singapura, Uni Emirat Arab, hingga Mauritius. Adapun negara mitra di antaranya adalah Amerika Serikat, Cina, Inggris, Jepang, Mesir, hingga Prancis.

    DIKO OKTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).