Analis Prediksi IHSG Menguat Hari Ini

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penampilan Nidji di penutupan perdagangan IHSG bulan Januari di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 31 Januari 2017. Sebelumnya pada sesi pembukaan, IHSG berada di level 5.316,66. TEMPO/Destrianita

    Penampilan Nidji di penutupan perdagangan IHSG bulan Januari di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 31 Januari 2017. Sebelumnya pada sesi pembukaan, IHSG berada di level 5.316,66. TEMPO/Destrianita

    TEMPO.CO, Jakarta - Analis First Asia Capital, David Sutyanto, mengatakan indeks harga saham gabungan (IHSG) berpeluang menguat dalam rentang terbatas. IHSG diperkirakan bergerak dalam rentang support 5.370 hingga resisten di 5.420.    

    David mengatakan peluang penguatan didorong antisipasi pasar atas sejumlah isu individual positif, seperti rilis laba dan rencana pembagian dividen sejumlah emiten sektoral. Ia mengatakan saham berbasis komoditas pun berpotensi menguat. "Harga minyak dan logam yang rebound akhir pekan lalu akan turut berimbas positif terhadap pergerakan harga saham emiten berbasiskan komoditas," kata dia dalam keterangan tertulis, Senin, 6 Maret 2017.

    Baca: IHSG Menguat 26,55 Poin

    Pada perdagangan akhir pekan lalu, IHSG terkoreksi akibat aksi ambil untung pemodal. IHSG tutup di 5391,215, turun 17 poin atau 0,3 persen. Koreksi tersebut terimbas pelemahan yang terjadi di Wall Street malam sebelumnya dan pasar saham kawasan Asia.

    Sentimen pasar juga digerakkan sejumlah isu individual, terutama terkait dengan rilis laba sejumlah emiten sektoral. Harga komoditas minyak mentah dan sejumlah komoditas logam yang terkoreksi turut menekan sejumlah saham pertambangan logam.

    Baca: IHSG Berpeluang Melanjutkan Penguatan

    Selama sepekan kemarin, IHSG bergerak relatif flat atau hanya menguat tipis 0,1 persen. Sentimen positif dari eksternal terutama terimbas pergerakan bullish pasar Wall Street merespons pidato Presiden Amerika Serikat Donald Trump di depan Kongres, Selasa lalu. Trump memaparkan rencana pemotongan pajak korporasi dan peningkatan belanja pemerintah di bidang infrastruktur. Kebijakan tersebut diyakini bisa mempercepat pertumbuhan ekonomi Amerika.

    Optimisme tersebut mendorong penguatan dolar Amerika. Namun dampaknya negatif bagi pergerakan rupiah terhadap dolar Amerika. Nilai tukar rupiah sepekan kemarin melemah 0,3 persen hingga berada di Rp 13.375.

    Sementara Wall Street akhir pekan lalu bergerak terbatas tutup flat. Indeks DJIA dan S&P masing-masing hanya menguat tipis 0,01 persen dan 0,05 persen di 21.005,71 dan 2.383,12. David mengatakan pasar cenderung menahan diri melanjutkan aksi beli pascapidato Gubernur Bano Sentral Amerika yang memberikan sinyal kenaikan bunga Fed Fund Rate kemungkinan terjadi pada pertemuan Maret. Selama sepekan, indeks DJIA dan S&P masing-masing menguat 0,9 persen dan 0,7 persen melanjutkan tren bullish.

    VINDRY FLORENTIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.