Kominfo Minta Hasil KTT IORA Bisa Diakses Publik Secara Luas  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah delegasi negara-negara yang mengikuti Indian Ocean Rim Association (IORA) berfoto bersama sebelum memulai acara hari ini, di Jakarta Convention Center, 5 Maret 2017. TEMPO/Diko

    Sejumlah delegasi negara-negara yang mengikuti Indian Ocean Rim Association (IORA) berfoto bersama sebelum memulai acara hari ini, di Jakarta Convention Center, 5 Maret 2017. TEMPO/Diko

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika R. Niken Widiastuti berharap proses dan hasil Konferensi Tingkat Tinggi Indian Ocean Rim Association (IORA) 2017 dapat diakses oleh publik secara luas. Niken meminta pengelola situs resmi IORA untuk terus memperbarui isi situs itu.

    "Saya meminta kepada pengelola situs resmi IORA Summit 2017, agar melaporkan secara berkala setiap hari," kata Niken dalam keterangan tertulisnya, Minggu 5 Maret 2017.

    Sebagai penanggung jawab Panitia Pelaksana Teknis Bidang Media dan Humas KTT IORA 2017, Niken menyampaikan jalannya konferensi IORA dapat diikuti melalui live streaming, khususnya pada saat pembukaan dan penutupan KTT IORA pada 7 Maret 2017 mendatang.

    Live streaming juga akan dilaksanakan pada saat berlangsungnya konferensi pers yang dapat diakses di www.iorasummit2017.id. Dia menambahkan kepemimpinan Indonesia di ajang KTT IORA ini merupakan wujud pelaksanaan Nawacita, yaitu menjadikan Indonesia sebagai negara poros maritim dunia.

    Menurut Niken, banyak potensi ekonomi yang belum tergali secara maksimal di antara negara anggota IORA. Dia melihat KTT IORA bisa membantu meningkatkan potensi ekonomi yang dapat membawa kesejahteraan, yang lebih baik bagi negara anggota IORA.

    Indian Ocean Rim Association (IORA) adalah organisasi internasional yang menghimpun negara-negara di pesisir Samudra Hindia yang beranggotakan 21 negara. Organisasi ini dibentuk pada 1997 dan dimaksudkan untuk memperat kerja sama di antara negara anggota.

    DIKO OKTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemendikbud, yang Diperhatikan Saat Murid Belajar dari Rumah

    Solusi menghambat wabah Covid-19 diantaranya adalah belajar dari rumah dengan cara menghentikan sekolah biasa dan menggantinya dengan sekolah online.