BNI Syariah Incar Pertumbuhan 20 Persen  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Utama BNI Syariah Imam T. Saptono memberikan sambutan di acara penandatanganan kerjasama BNI syariah dengan Lembaga Penyalur Wakaf, Jakarta, 14 November 2016. TEMPO/Tongam sinambela

    Direktur Utama BNI Syariah Imam T. Saptono memberikan sambutan di acara penandatanganan kerjasama BNI syariah dengan Lembaga Penyalur Wakaf, Jakarta, 14 November 2016. TEMPO/Tongam sinambela

    TEMPO.CO, Surabaya -  Bank BNI Syariah tahun ini memproyeksikan pertumbuhan  mencapai 15- 20 perse sejalan dengan sejumlah strategi peningkatan kerja sama. Salah satunya dengan Universitas Airlangga (Unair) Surabaya melalui program Griya Swa Karya dan pembayaran SPP mahasiswa melalui BNI Syariah.

    Direktur Utama BNI Syariah, Imam Teguh Saptono mengatakan role bisnis Griya Swa Karya dengan Unair tersebut merupakan yang pertama kali dilakukan BNI Syariah setelah izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) keluar pada Januari 2017.

    Baca: Griya Swakarya, BNI Syariah Targetkan Tembus Rp200 ...

    “Dalam kerja sama ini nanti, BNI Syariah akan membiayai pembangunan gedung komersial di atas lahan milik Unair dengan nilai proyek maksimal Rp 20 miliar/proyek, dan pemanfaatnnya oleh Unair sampai batas waktunya 3 tahun bank harus melepas asetnya kepada Unair seperti jual beli,” jelas Imam usai  penandatanganan MoU BNI Syariah dan Unair, Jumat 3 Maret 2017.

    Imam  menjelaskan melalui kerja sama ini, BNI Syariah akan menerima keuntungan dari operasional sampai mencukupi bank atau menutupi suluruh biaya gedung, maka bangunan tersebut diserahkan kepada Unair.

    Imam menambahkan, role bisnis seperti inilah yang membedakan bank syariah dengan bank konvensial, di mana bank syariah pada dasarnya tidak membedakan antara kegiatan sektor riil dengan kegiataan keuangan. Griya Swa Karya merupakan role bisnis baru perbankan syariah di bidang properti.

    Baca: BNI Syariah Targetkan Pertumbuhan Laba Hingga 18 Persen

    Lewat bisnis ini, bank bertindak sebagai pengembang dengan menyediakan rumah/bangunan bagi calon nasabah. Saat ini yang sudah mendapatkan izin untuk bisnis ini adalah bentuk bangunan gedung fasilitas kampus seperti kantin, ruang kelas, gedung parkir atau teaching hospital.

    “Kalau ini bisa berkembang dengan baik, bank syariah bisa bertumbuh dengan cepat, karena model seperti ini hanya bisa dilakukan oleh bank syariah,” ucap Imam.

    BISNIS.COM



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.