Bandara Soekarno-Hatta Implementasikan Digitalisasi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pengamanan dan pemantauan kemanan bandara Soekarno Hatta. ANTARA/Lucky R.

    Ilustrasi pengamanan dan pemantauan kemanan bandara Soekarno Hatta. ANTARA/Lucky R.

    TEMPO.CO, Jakarta - Bandara Internasional Soekarno-Hatta mengimplementaskan digitalisasi yang mencakup informasi parkir pesawat yang dapat diakses melalui aplikasi Indonesia Airports di smartphone.

    President Director PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin mengatakan informasi parkir pesawat tersebut bertujuan  untuk efisiensi dan efektifitas yang lebih baik dalam penggunaan dan pengaturan jadwal parking stand sehingga salah satunya berdampak pada lebih cepatnya pengiriman bagasi dari pesawat ke area baggage claim area di terminal.

    Menurutnya aplikasi Indonesia Airports merupakan salah satu sumber berbagai informasi penting terkait bandara-bandara di bawah AP II yang ditujukan bagi masyarakat umum dan kalangan internal AP II. Salah satu konten khusus yang hanya dapat diakses internal AP II di dalam aplikasi tersebut adalah iPerform yang memuat informasi mengenai area terminal parking stand pesawat, total jumlah parking stand terpakai, flight number, on block time dan off block time pesawat, dan stand code.

    “Informasi yang disajikan akan memudahkan pengaturan parkir pesawat sehingga mendukung kelancaran operasional bandara secara umum, terutama kelancara pengiriman bagasi ke baggage claim area,”ujarnya seperti yang dikutip dari keterangan resminya Jumat (3 Maret 2017)

    Lebih lanjut, dalam waktu dekat AP II juga akan melakukan implementasi Airport Operation Control Centre (AOCC) di Bandara Internasional Soekarno-Hatta untuk memantau seluruh aktivitas operasional dan kinerja teknologi kebandarudaraan.

    Di dalam AOCC rencananya akan dilengkapi beberapa modul seperti Airport Operation Data Base (AODB), Airport Management System (AMS), Resources Management System (RMS), Network Management System (NMS), Airport Security System (ASS), dan Facility Engineering Management System (FEMS).

    AODB nantinya akan berfungsi untuk menyimpan seluruh data operasi kebandarudaraan yang dikelola dan dikendalikan AOCC, kemudian AMS dan RMS akan berfungsi untuk memonitor dan mengendalikan operasional bandara berserta pengaturan penggunaan resources bandar udara (e.g., Parking Stands, Boarding Lounge, Check-in Desk).

    Untuk kelancaran sistem-sistem tersebut,  NMS akan membantu untuk memonitor kinerja jaringan dan perangkat tekonologi informasi dalam mengelola dan mendistribusikan data operasi ke sejumlah stakeholder terkait dengan operasi kebandarudaraan. Terlebih lagi FEMS berfungsi untuk memonitor,  mengendalikan, dan mengelola kehandalan fasilitas-fasilitas utama di dalam area bandara.

     AOCC juga dapat digunakan sebagai pusat koordinasi seluruh stakeholder bandara seperti maskapai, imigrasi, bea cukai, karantina, otoritas bandara, tenant, transportasi antarmoda, operator kargo, instansi pemerintah, polisi, dan lain sebagainya; dalam sebuah konsep dalam industri bandara dikenal dengan Airport Collaboration Decision Making (A-CDM).

    Hal tersebut sangat penting dan kritikal guna mendukung operasional bandara udara secara menyeluruh (Total Airport Management System) sehingga dapat menangani permasalahan dengan cepat atau menghilangkan masalah sebelum muncul ke permukaan.

    AOCC ini merupakan suatu perwujudan Total Airport Management System yang merupakan konsep integrasi manajemen bandara dari seluruh aspek baik itu airsidelandside, maupun ground access untuk memastikan kelancaran operasional serta terciptanya keamanan dan keselamatan, sekaligus juga dapat mendukung peningkatan kinerja bandara.

    Implementasi VDGS dan iPerform serta pengaktifan AOCC ini dapat meningkatkan efisiensi bagi maskapai maupun operasional Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang berujung pada kepuasan penumpang pesawat.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.