Menhub: Pemerintah Kebut Proyek MRT  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja melintasi terowongan proyek Mass Rapid Transit (MRT) di Senayan, Jakarta, 10 Desember 2015. Pembangunan MRT rute Lebak Bulus-Bundaran HI untuk struktur layang mencapai 22 persen sedangkan struktur bawah tanah sebesar 50 persen. ANTARA/Wahyu Putro A

    Pekerja melintasi terowongan proyek Mass Rapid Transit (MRT) di Senayan, Jakarta, 10 Desember 2015. Pembangunan MRT rute Lebak Bulus-Bundaran HI untuk struktur layang mencapai 22 persen sedangkan struktur bawah tanah sebesar 50 persen. ANTARA/Wahyu Putro A

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah mengebut pembangunan rel kereta Mass Rapid Transit (MRT), yang pengerjaan tahap satunya yang meliputi rute Lebak Bulus-Bundaran Hotel Indonesia (HI) ditargetkan selesai 2019.

    "Bapak Presiden memberikan arahan kepada kami, bahwa MRT Tahap I selesai 2019, tetapi MRT Tahap II, yaitu Bundaran HI-Ancol Timur akan dimulai pada 2018, dipercepat," kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi usai memberikan sambutan di Regional Meeting on Sustainable Urban Transport Index di Jakarta, Kamis (2 Maret 2017).

    Budi menambahkan proyek MRT Tahap III dari wilayah Timur ke Barat (East West), dari Cikarang ke Balaraja, pengerjaannya akan dimulai dua tahun lebih awal.

    "MRT East West yang tadinya akan dimulai pada 2022, kita akan mulai 2019," katanya.

    Percepatan pengerjaan proyek MRT, menurut dia, ditujukan untuk mengurangi kemacetan lalu lintas Ibu Kota dengan menyediakan moda transportasi massal yang cepat, aman dan nyaman.

    "Artinya apa, pemerintah pusat, Pak Jokowi sangat concern (memperhatikan) bagaimana pengembangan transportasi berkelanjutan harus didorong penuh walaupun dengan effort (upaya) yang tidak ringan," katanya.

    Budi yakin pengoperasian MRT bisa berdampak luar biasa bagi perkembangan kota.

    "Kalau kita berhasil keluar dari jebakan-jebakan yang saat ini membuat kita pusing karena macet, saya yakin 2024-2025 Jakarta menjadi lebih baik," katanya.

    Saat ini, dia menuturkan, pemerintah masih melakukan studi terkait rencana percepatan pembangunan MRT Tahap III (Balaraja-Cikarang).

    Seluruh terowongan MRT Tahap I telah terhubung dan tengah dilakukan proses pengeboran terakhir menggunakan bor Antareja 1, Antareja 2, Mustikabumi 1, dan Mustikabumi 2.

    Bertemunya keempat bor itu menandakan pengerjaan struktur bawah tanah MRT Jakarta dari Sisingamangaraja hingga Bundaran Hotel Indonesia telah selesai 80 persen.

    Sementara struktur layang dari Lebak Bulus ke Sisingamangaraja telah selesai hingga 50 persen.

    Pembangunan MRT meliputi tiga fase, fase pertama meliputi jalur Lebak Bulus - Bundaran HI sepanjang 16 kilometer, fase kedua meliputi jalur Bundaran HI - Ancol Timur sepanjang 13,5 kilometer yang awalnya akan dibangun 2019, dan fase ketiga meliputi jalur Cikarang - Balaraja sepanjang 87 kilometer yang awalnya akan dibangun pada 2022.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peranan Penting Orang Tua dalam Kegiatan Belajar dari Rumah

    Orang tua mempunyai peranan yang besar saat dilaksanakannya kegiatan belajar dari rumah.