Turis Asing Enggan ke Indonesia Kecuali Bali, Alasannya...

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro bersama beberapa perwakilan PBB dalam Konferensi Revolusi Data di Hotel Pullman, Jakarta, 21 Februari 2017. Tempo/Angelina Anjar

    Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro bersama beberapa perwakilan PBB dalam Konferensi Revolusi Data di Hotel Pullman, Jakarta, 21 Februari 2017. Tempo/Angelina Anjar

    TEMPO.CO, Makassar - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro mengaku butuh kerja keras untuk mencapai target kunjungan wisatawan asing 20 juta pada 2019. Sebab, masih banyak persyaratan yang harus dipenuhi pemerintah bila wisatawan asing ingin datang ke Indonesia.

    "Karena wisatawan tak mau datang begitu saja kalau tak merasa nyaman dan aman di suatu negara. Nah, itu yang kurang di kita (Indonesia)," kata Bambang dalam Rapat Koordinasi Teknis Pembangunan di Hotel Clarion Makassar, Rabu, 1 Maret 2017.

    Menurut Bambang, jika Indonesia ingin mendatangkan wisatawan asing, destinasi wisata harus dikembangkan. Pemerintah daerah harus memperhatikan sektor pariwisata karena sangat bernilai strategis bagi perkembangan ekonomi daerah.

    Baca: Kontrak Jual Beli Gas Pembangkit Jawa 1 Ditunda

    "Terus terang harus kami akui wisatawan asing belum yakin bepergian ke Indonesia, kecuali Bali. Di sinilah tugas kami, menciptakan destinasi wisata yang membuat wisatawan asing nyaman, lengkap infrastruktur dan berstandar internasional, serta menumbuhkan khas lokal," ucap dia.

    Bambang menyebutkan, saat ini, jumlah wisatawan asing masih relatif tak terlalu menonjol. Sebab, tahun lalu, jumlah wisatawan asing hanya mencapai 10 juta dan saat ini 12 juta. "Jadi peningkatannya hanya 2 juta per tahun, ini tak terlalu menonjol," tutur Bambang.

    Baca: Jumlah Penerima Subsidi Elpiji Dipangkas 28 Juta

    Karena itu, Bambang melanjutkan, hal tersebut harus menjadi perhatian pemerintah pusat dan daerah karena efek pariwisata sangat besar. "Kenapa pariwisata sangat strategis bagi perekonomian daerah, karena pelayanan ekonominya sangat besar dan cepat tumbuh. Seperti hotel meningkat, transportasi lokal meningkat, dan industri souvenir juga meningkat," kata Bambang. "Saya kira pemerintah daerah tahu, apalagi ada Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah yang seharusnya sangat paham itu," ujarnya.

    DIDIT HARIYADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.