Realisasi Investasi Arab Saudi Masih Minim

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ANTARA/Widodo S. Jusuf

    ANTARA/Widodo S. Jusuf

    TEMPO.COJakarta - Rencana investasi sejumlah perusahaan asal Arab Saudi di Indonesia sudah berlangsung sejak beberapa tahun lalu. Banyak nota kesepahaman kerja sama sektor energi sudah diteken. Namun, hingga kini, belum ada satu pun dari nota kesepahaman tersebut yang terealisasi. 

    Berikut ini beberapa kerja sama yang pernah dilakukan dengan perusahaan dari Arab Saudi.

    Juni 2001
    Pertamina dan perusahaan minyak Arab Saudi, Hi-Tech International Group, menandatangani perjanjian kerja sama pembangunan kilang pengolahan di Jawa Timur. Nilai investasinya US$ 2 miliar atau sekitar Rp 51,3 triliun (kurs rupiah 10.265 per dolar Amerika), dengan porsi kepemilikan saham 85 persen untuk Hi-Tech dan 15 persen untuk Pertamina. 

    Direktur Utama Pertamina saat itu, Baihaki Hakim, memberi tenggat enam bulan kepada Hi-Tech untuk merealisasikan rencananya. Jika tidak, proyek tersebut akan dioper untuk perusahaan Jepang dan Korea Selatan. Ia menargetkan produksi perdana pada 2005.
    Status: Batal 

    Baca:
    Bambang Brodjonegoro Anggap Kunjungan Raja Salman Biasa Saja
    Ini 10 MOU yang Ditandatangani Jokowi dan Raja Salman

    Februari 2012
    Pertamina meneken perjanjian dengan Saudi Aramco Asia Company Limited (anak usaha Saudi Aramco) untuk membangun kilang pengolahan berkapasitas 300 ribu barel per hari di Tuban, Jawa Timur. Namun kerja sama ini tak berlanjut tanpa kejelasan. 
    Status: Batal. 

    November 2015
    Pertamina kembali menggandeng Saudi Aramco untuk mengikuti seleksi proyek peremajaan dan pengembangan kilang di Cilacap, Jawa Tengah.

    Desember 2016
    Setelah melakukan kajian, Pertamina akhirnya menandatangani perjanjian kerja sama dengan Saudi Aramco untuk ekspansi kilang minyak Cilacap, Dumai, dan Balongan dengan nilai kerja sama US$ 5 miliar atau Rp 68,5 triliun (kurs 13.700 per dolar Amerika). Porsi kepemilikan saham Pertamina sebesar 55 persen. Proyek ini akan menaikkan kapasitas kilang dari 348 ribu menjadi 400 ribu barel per hari. Proyek ditargetkan selesai pada 2021.

    Status: Pembangunan kilang di Dumai dan Balongan batal. Kerja sama hanya untuk peningkatan kapasitas kilang Cilacap. 

    PUTRI ADITYOWATI | DIOLAH DARI BERBAGAI SUMBER


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.